Sen. Okt 25th, 2021

Program KB di Sultra Kurang Diminati

1 min read
BKKBN

SULTRALINE.ID, KENDARI – Program Keluarga Berencana (KB) di Sulawesi Tenggara (sultra) nampaknya kurang diminati masyarakat. Dari data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sultra hingga Desember 2016, baru 45 ribu warga yang menjadi peserta KB dari target 125 ribu jiwa.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sultra, Ali Ismail menjelaskan pada SULTRALINE.ID, dengan kondisi tersebut diawal tahun 2017 ini pihaknya sudah harus bergerak pada awal Januari sampai Juni.

“Iyah kami hitung-hitung hanya 10 bulan kami bisa melakukan penerapan yang akan mengikuti program KB baru ini,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, Kamis (19/01/2017).

Ia juga menjelaskan, dari data BKKBN alat kontrasepsi terbanyak yang digunakan ialah suntik, selanjutnya inplan yang masuk jangka panjang, Iudi, dan medis operasi pria dan wanita.

Menurutnya, meskipun masih rendah secara kepesertaan KB, namun dari data yang ada pengguna metode kontrasepsi jangka panjang (MKCP) itu sangat tinggi dibandingkan dengan di Provinsi lain.

“Maka itu di 2017 kami akan mencoba kejar itu MKCP. Sedangkan kalau pil, itu punya resiko, Sebab jika kelupaan akan menyebabkan kehamilan, dan kami juga mengutamakan implan, ayudi dan medis operasi pria dan wanita,” pungkasnya.
Laporan : La Irdwan

11 thoughts on “Program KB di Sultra Kurang Diminati

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

€sl Promotion

€sl Promotion