PPK dan Panwascam Katobu Intens Sosialisasikan PKPU Baru Pada Pemilih

SULTRALINE.ID,  MUNA – Terkait adanya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 8 tahun 2018 pasal 7 ayat 2 yang berbunyi, dalam memberikan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS), pemilih menunjukan C6 KWK dan wajib menunjukan KTP Elektronik atau Surat Keterangan (Suket). Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) gelar sosialisasi bersama Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Katobu, Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Minggu (15/4/2018).

Pantauan Sultraline.id, Sosialisasi dilakukan dengan berkeliling Kota Raha melalui jalan-jalan utama dan lorong kecil khususnya ditempat keramaian sembari menyuarakan syarat memilih melalui sound system.

Ketua Panwascam Katobu, Kaharuddin mengatakan dengan adanya PKPU 2018 ini juga diharapkan dapat mengurangi tingkat kecurangan yang bakal terjadi saat perhelatan pesta demokrasi 27 Juni mendatang.

“Semoga prosesnya bisa berjalan dengan lancar hingga terciptanya pemilihan yang damai dan kondusif, mengingat pada pemilihan yang lalu banyak ditemukan pemilih ganda,” katanya.

Sementara itu, Ketua PPK Katobu, Muhammad Al Araf menjelaskan jika pada saat pemilihan berlangsung, pemilih tidak menyertakan KTP maka dia tidak akan diperkenankan untuk melakukan pencoblosan.

“Ini syarat utama yang harus dipenuhi pada saat pemilihan, karena walaupun nama pemilih terdaftar dalam DPT namun tidak memiliki KTP atau Suket maka tidak diperbolehkan untuk melakukan pencoblosan,” jelasnya usai kegiatan, Minggu (15/04/2018).

Lanjutnya, Ia juga mengatakan jika nama pemilih tidak terdaftar dalam DPT namun memiliki KTP, akan diperkenankan menyalurkan hak pilihnya. Hal itu juga sesuai dengan PKPU nomor 8 pasal 9 ayat 1.

Untuk menghindari polemik yang terjadi pada Pilkada mendatang, Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Muna agar segera melakukan pembuatan KTP Elektronik atau Suket ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

“Kita akan terus sosialisasikan hal ini kepada masyarakat khususnya yang tinggal di daerah terpencil agar hak pilihnya dapat terpenuhi dan tidak menimbulkan masalah pada saat pemilihan nanti,” pungkasnya.

Laporan: Baharuddin Palugu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *