Polres Muna Kembali Bekuk Dua Pengedar Shabu

SULTRALINE.ID, MUNA – Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Muna, yang dikomandoi AKP. Muh. Ogen Sairi ini kembali meringkus dua pelaku pengedar narkotika jenis Shabu. Dan berhasil menyita Barang Bukti (BB) sebanyak 52 gram jenis sabu dari tersangka, Sabtu (11/08/2018), berkisar pukul 4.00 Wita.

Kedua pelaku tersebut yakni, TF dan MS (Inisial), warga Kelurahan Watonea, Kecamatan Katobu, Muna.

Berdasarkan informasi dari Masyarakat, kedua pelaku dibekuk saat akan melakukan transaksi didalam mobil Avanza di Jalan Kontu Kowuna Kelurahan Watonea Kecamatan Katobu dengan barang bukti sabu 4,5 gram.

Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga mengungkapkan, setelah dilakukan penangkapan dan pengembangan pihaknya kemudian melakukan penggeledahan di Rumah tersangka dan ditemukan kembali sabu sekitar 48 gram.

“Berdasarkan pengakuan pelaku barang itu dipesan melalui Lapas di Kendari, kemudain dikirim di kapal malam, setalah itu akan diedarkan di Kabupaten Muna dan Muna Barat dan setelah ditotalkan BB tersebut berjumlah 52 gram.” tuturya, Sabtu (11/08/2018)

Lanjut Agung Ramos,  Kalau inisial bernama TF belum cukup satu tahun keluar dari penjara karena sebelumnya ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Sultra dengan kasus yang sama.

“Pelaku masuk dalam kategori bandar sedangkan penangkapan kali ini merupakan dalam bentuk jumlah yang besar dimana satres narkoba berhasil menyita Barang Bukti (BB) uang 1juta lebih,sabu 52 gram,alat timbang,pipet dan slip bukti tranfer berjumlah 28 juta rupiah.” terangnya

Ia juga menambahkan, Untuk bukti uang yang di tranfer keseseorang diduga menggunakan rekening palsu atas nama orang orang tertentu saja. Namun ini akan dilakukan pengembangan untuk mencari  jaringan lebih besar dengan berkordinasi kepada pihak Reserse Narkoba Polda Sultra untuk mengungkap sindikat jaringan narkoba

“Karena melakukan perlawanan, Pelaku kita lumpuhkan dikedua kakinya dan untuk pasal yang disangkakan tersangka dijerat pasal 132 (1) Junto,pasal 114 (2) dan,112 (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 dengan hukuman penjara makasimal 20 tahun dan paling singkat 6 tahun.” tutupnya.

Laporan: Baharuddin Palugu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.