PKH Belum Tersalurkan Warga Pertanyakan Ke Dinsos, Bank Penyalur PKH Tutup Mata

SULTRALINE.ID, KENDARI – Belum tersalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) puluhan masyarakat Kelurahan Alolama, Kelurahan Abeli dan Kelurahan Anggoeya, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendatangi kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari, Senin 2 April 2018.

Sekira pukul 09.00 Wita mereka langsung menuju keruangan Kepala bidang PKH untuk mempertanyakan prosedur PKH yang hingga saat ini mereka belum dapatkan. Padahal nama mereka terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH.

Salah satu warga, Abdul Rahim, ST mengatakan, alasan mereka ke dinsos untuk mempertanyakan proses pencairan PKH. Sebab ada beberapa warga penerima manfaat PKH yang belum mendapatkan hak nya.

“Anehnya info dari pendamping bahwa masalahnya lahir dari pihak Bank yang sebagai penyalur yakni BRI (Himbara), nah kalau dari pihak Bank ini kan makin aneh, karena tahap pertama mereka menerima artinya nama dan nomor rekening mereka sudah terdaftar,” jelasnya.

Sejak 2016 lalu penyaluran PKH melalui Himbara (Himpunan Bank-bank Negara) secara non tunai. Dan untuk Kota Kendari dipercayakan pada BRI.

Abdul Rahim menuturkan pihaknya sudah mempertanyakan ke BRI hanya saja tidak memberikan penjelasan secara utuh kenapa hingga saat ini PKH belum terkucurkan. “Di tambah lagi pelayanan BRI yang sangat tidak kooperatif. Di saat mereka (KPM, red) ke Bank untuk meminta rekening koran, BRI tidak melayani, Dalam hal ini BRI hanya mengambil buku rekening dan menjanjikan sore untuk memberikan ternyata sorenya tidak ada,” terangnya Mantan Ketua BEM Teknik UHO periode 2010-2011 ini.

Dari pantauan Sultraline.id sekitar satu jam lebih berdiskusi dengan pihak Pelaksana PKH dan bertemu langsung koordinator regional (koreg) Sulawesi dan Koordinator wilayah (Korwil) Sultra. akhirnya ada kejelasan kenapa belum tersalurkannya PKH mereka.

Menurut Koreg Sulawesi Masyar mengatakan belum tersalurkannya PKH karena permasalahan teknis dari pusat bahwa berdasarkan surat perintah pencarian dari Kementerian Sosial sudah menyampaikan ke Kementerian Keuangan dari itu disalurkan ke rekening penerima hanya saja masalah teknis komputerisasi data.

“Mungkin masih ada data-data yang biasa disebut Know your customer (KYC) maksudnya jika Bank memberikan atau membuka rekening secara kolektif maka datanya harus dipastikan benar, sejujur itu saja yang menjadi kendken dalam penyaluran PKH ini. Dan kami minta kepada masyarakat untuk bersabar dan tak perlu khawatir, selama masih terdaftar maka wajib menerima PKH,” alasnya.

Ditambahkan pula Kepala bidang PKH Saldy, masyarakat tak perlu khawatir, karena permasalahan ini sudah sering disampaikan langsung ke Kementerian Sosial, hanya memang penyaluran bukan di daerah yang atur melainkan Himbara.

“Kami sering berkoordinasi antara pendamping dan Himbara (BRI) guna melihat sejauh mana penyaluran kepada masyarakat. Jika memang masih ada masyarakat belum tersalurkan kami siap menerima untuk mempertanyakan, sehingga masyarakat bisa mengetahui apa yang menjadi permasalahan yang sebenarnya,” pungkasnya.

Laporan: Irdwan Jeko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *