June 18, 2019
You can use WP menu builder to build menus

SULTRALINE.ID, KENDARI – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, partai dan politisi mulai adu strategi. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk memenangi kontestasi lima tahunan itu.

Salah satu strategi adalah “memasang” para jagoan yang akan menjadi calon wakil rakyat. Mereka yang dipilih tentu saja yang berpeluang mendulang suara untuk duduk di parlemen.

Fenomena politisi pindah partai jelang pemilu pun tak terelakkan. Sejumlah nama tokoh  beken dari wilayah Kecamatan Mandonga, kota kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) tercatat akan bertarung dengan “gerbong” alias partai baru pada Pemilu 2019, dari partai berlambang Beringin (Golkar) menuju partai yang menaungi bapak Presiden Joko widodo (Jokowi).

Satu dari sekian yang pindah yakni Drs.Muh.Yasin. Ia, mengatakan pilihannya bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adalah pilihan sadarnya. Ini juga dalam rangka memberikan pembelajaran juga bagi yang lain.

“Saya memang sejak awal memilih partai yang memiliki peluang menang dalam pemilu mendatang yang sistem organisasi kepartaian nya menjalankan manajemen yang sangat fleksibel dan PDIP mendidik saya lebih banyak belajar tentang apa itu partai kader,” ungkap Alumni Fisip Unhalu angkatan 1982 ini kepada Sultraline.id, Jumat (11/01/2019).

 

(Ketgam: Baliho Drs. Muh. Yasin yang terpampang di billboard di seputaran kecamatan Mandonga)

Ia menambahkan selain bekerja untuk dirinya, tentunya akan siap bahu-membahu dengan seluruh kader PDIP untuk memenangkan Jokowi sekali lagi sebagai Presiden RI periode 2019-2024.

“Sesuai perintah partai kita sebagai kader wajib memenangkan Jokowi-Amin di Pilpres 2019,” tandas Alumni SMAN 1 Kendari ini.

Untuk di ketahui Drs. Muh. Yasin, maju menjadi calon legislatif (Caleg) melalui PDIP Kota Kendari Dapil Mandonga-Puwaatu nomor urut 3.

 

Laporan : Tim Sultraline.id

No Comments