Sen. Des 9th, 2019

Pimpinan Definitif DPRD Kolaka 2019-2024 Resmi Disumpah, Diharapkan Mampu Berikan Kerja Nyata

1 min read
img-20191204-wa0015

SULTRALINE.ID, KOLAKA – Pimpinan definitif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kolaka, Sultra periode 2019 – 2024 resmi diangkat dan diambil sumpahnya oleh Kejaksaan Negeri Kolaka. Sebagai Ketua Saenal Amri dari Partai Gerindra, Wakil Ketua 1 Husmaluddin dari PAN dan Wakil Ketua 2 Syarifuddin Baso Rantegau dari PDI Perjuangan, bertempat di gedung paripurna DPRD Kolaka, Senin 2 Desember 2019.

 

Dalam sumpah itu dihadiri seluruh anggota DPRD Kolaka, Pemerintah Daerah Kolaka dan Forkampinda serta masyarakat.

 

Salah satu anggota DPRD Kolaka, dari fraksi PKS, Firlan mengatakan dengan terbentuknya pimpinan Definitif DPRD Kolaka dapat memberikan kerja nyata untuk kemajuan lembaga legislatif dan tentunya kepentingan masyarakat Kolaka.

 

“Alhamdulillah sekarang sudah definitif, berharap tidak ada lagi simpan siur persoalan pimpinan sehingga anggota bisa di arahkan dan kami bisa kontribusi kerja yang jelas untuk kabupaten kolaka dan terutama pak ketua kami berharap betul-betul mengayomi kebutuhan ataupun aspirasi dan konsituen masalah di Kolaka begitupun wakil ketua yang telah di lantik semoga mampu membantu dan berkontribusi sebagai yang terpilih ketua dan wakil ketua DPRD kolaka,” tuturnya usai mengikuti kegiatan.

 

(Anggota DPRD Kolaka dari fraksi PKS Yakni Firlan dan Asmani Arif)
(Anggota DPRD Kolaka dari fraksi PKS Yakni Firlan dan Asmani Arif)

 

Menurutnya, mengenai langkah awal yang perlu dilakukan pimpinan definitif saat ini penetapan waktu penentuan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), dengan terbentuknya AKD, kinerja DPRD bisa jelas.

 

“Karena sudah terbagi koalisi banggarnya ity bagusnya, untuk masalah pimpinan komisi sekarang baru usulan, namun saya rencananya di komisi satu arahnya kami mengikut dari ketua fraksi mendorong hasil konsultasi kami internal kami terima, tapi kalau di tanyakan langkah awal sementara ini kami mengisi kekosongan AKD, Sehun kami anggota dewan mengikuti 3 tupoksi seperti kemarin yang saya bahasakan seperti langsung kelapangan melihat apa yang terjadi di lapangan ini kan memberi kontribusi langsung kepada masyarakat. Dan mengenai PKS kalau kita sudah bergabung di DPRD berarti bukan lagi berbicara mengenai internal partainya tapi untuk semua,” papar Firlan.

 

“Kami tentunya memberikan kontribusi sebagai harapan masyarakat yang di berikan pada kami untuk kerja bukan di lihat dari kursinya tapi kami tunjukan bahwa PKS sekalipun 2 kursi tapi punya ide-ide pemikiran harapan serta gagasan itu jelas dan padat itu akan tercapai kerja bersama di team yang arahnya DPRD kolaka,” tambahnya.

 

Lebih jauh lagi, kata ia, fraksi gabungan partai berkeadilan memiliki tiga delegasinya yang mempunyai tugas sama untuk kepentingan masyarakat.

 

“Jadi saya 1, ibu Asmani Arif 2 dan ke 3 pak Gassing, sehingga kerjanya tidak ada yang monopoli semua harus bagi rata apalagi kami 30 orang kita akan kerja kolektif dan sekali lagi bukan lagi atas nama partai atau warna tapi kita kerja kolektif kolegial untuk masyarakat dan saya minta untuk teman-teman harus tegas kan ini berbicara amanah masyarakat yang puluhan ribu suara yang di berikan pada kita semua itu bukan main-main jadi betul-betul bekerja terutama tupoksi yang tadi yang ke 3 pengawasanya banggarnya untuk anggarnya. Kita kerja dengan semaksimal mungkin,” jelasnya.

 

“Saya berharap di DPRD agar dewasalah agar masyarakat juga bisa belajar bahwa DPRD betul-betul bekerja bukan lagi politik masa lalu tapi mereka melihat masa depan bahwa kolaka harus lebih .baik yang sering di dengungkan ibu Asmani Arif, Kalau ingin melihat kemajuan daerah lihat pendidikannya juga dan salah satu pendidikan kemarin merosot sekali dan Sulawesi Tenggara berada ke peringkat ke 3 terbelakang pendidikan, sehingga cukuplah untuk berkonflik internal agar Kolaka lebih baik kedepannya,” tandas Firlan.

 
Laporan : Sri

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *