Sab. Feb 27th, 2021

Petani Singkong Gajah Sabulakoa Nilai Bank Sultra Telah Lakukan Wanprestasi dan Minta OJK untuk Turun Tangani

1 min read
images-68

SULTRALINE.ID, KENDARI – Polemik penanaman singkong gajah di Kecamatan Sabulakoa, Kabupaten Konawe Selatan merupakan pilot project Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sultra (Bank Sultra) yang bekerja sama dengan PT. Singkong Gajah Indonesia (SGI) dan PT. Sido Muncul Pupuk Nusantara (SMPN) pada tahun 2016 silam.

Pilot project Bank Sultra tersebut mengalami wanprestasi sehingga masyarakat mengalami kerugian yang di sebabkan karena pasaran yang dijanjikan Bank Sultra tidak jelas, selain itu kerugian juga dialami masyarakat akibat bencana alam (kebanjiran).

Kegagalan pilot project penanaman singkong gajah di Kecamatan Sabulakoa, masyarakat menilai dan menduga ada mafia kredit, hal ini dapat dilihat dari segi perjanjian kredit yang dilakukan di bawah tangan, sistem kerja sama bank dengan perusahaan yang terlibat ada konspirasi untuk mendapatkan keuntungan, perusahaan yang menjalin kerja sama dengan bank Bank Sultra ilegal dari perusahaan induk serta asuransi yang tidak jelas.

Hal itu diungkapkan Koordinator Asosiasi Petani Singkong Gajah Sabulakoa, Ashar Tongalu, Selasa 29 Desember 2020

Menurutnya, pada saat itu petani menyerahkan sertifikat lahan yang ada di Bank Sultra yang sekarang sudah menjadi aset Bank Sultra. Ia menuturkan telah beberapa kali audiensi telah dilakukan antara pihak petani dan Bank Sultra serta perusahaan yang terlibat, namun tak kunjung mencapai solusi yang dapat meringankan masyarakat. Selain itu, lanjut ia sudah mengadukan hal ini ke DPRD provinsi Sulawesi Tenggara, bahkan sudah dua kali memediasi dan dilakukan RDP antara petani dan pihak Bank namun tidak ada juga kejelasannya.

“Kami mempertanyakan langsung ke kantor pusat, mendapat penjelasan pak yuli (perwakilan Bank Sultra, red) bahwa sementara proses, tetapi tidak dijelaskan prosesnya seperti apa, kami sebagai petani menduga bahwa Bank Sultra telah melakukan wanprestasi dalam perjanhian kredit dan tidak benar-benar serius untuk menyelsaikan masalah yang berhasil menjerat petani dengan kredit,” terangnya.

“Bahkan 28 Desember kemarin kami kekantor pusat Bank Sultra namun tidak ada yang mau menemui kami untuk memberikan penjelasan,” tambahnya.

(Ketgam : Surat dari Asosiasi Petani Singkong Gajah Kecamatan Sabulakoa yang ditujukan ke Gubernur Sultra)
(Ketgam : Surat dari Asosiasi Petani Singkong Gajah Kecamatan Sabulakoa yang ditujukan ke Gubernur Sultra)

img-20201228-wa0028

Atas kondisi itu, kata ia, mereka menilai seakan pihak Bank Sultra menghindari Petani padahal sudah melakukan beberapa pertemuan sebelumnya, bahkan para petani pun sudah menyampaikan permasalahan tersebut ke Gubernur Sultra agar mendengarkan hal tersebut, karena kurun beberapa tahun ini petani resah terkait lahannya yang telah mereka tempati sejak dulu yang begitu saja diambil alih karena kegagalan perusahaan dan pihak Bank Sultra yang selalu memfasilitasi program tersebut

“Dalam waktu dekat ini kami petani singkong gajah akan turun aksi ke Bank Sultra sampai ada titik terang dan jaminan bahwa jeratan kredit Bank Sultra akan segera di seleaikan serta meminta tanggung jawab penuh pihak Bank Sultra atas masalah ini. Kami juga akan mendesak pihak OJK dalam menyelesaikan masalah wanprestasi dalam perjanjian kredit dengan Bank Sultra yang merugikan petani yang terjadi sejak 4 tahun lalu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, perjuangan petani singkong gajah Kecamatan Sabulakoa untuk memperoleh haknya sudah dilakukan berkali-kali dari aksi, bertemu dengan pihak Bank Sultra, minta bantuan DPRD Sultra, namun hingga saat ini mereka belum mendapatkan keadilan atas lahannya.

Hingga berita ini ditayangkan awak media ini masih mencoba mengkonfirmasi kepihak Bank Sultra.

Laporan : TIM

€sl Promotion

€sl Promotion