Perangi Narkoba, Polres Muna Ajak 39 Mahasiswa UHO Kunjungi Rumah Edukasi Anti Narkoba (REAN)

SULTRALINE.ID, MUNA – Salah satu upaya Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Muna, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga, dalam memerangi peredaran Narkoba di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Mengajak 39 Mahasiswa dan tiga Dosen Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen Universitas Haluoleo (UHO) berkunjung ke Rumah Edukasi Anti Narkoba (REAN) Polres Muna, pada Kamis (29/03/2018).

Kapolres Muna, AKBP. Agung Ramos Paretongan Sinaga mengatakan, didalam REAN ini ada contoh-contoh dampak negatif memakai narkoba, yakni patung, boneka, peti mati, tahanan, serta gambar jenis-jenis narkoba. yang bertujuan untuk memberikan pemahaman, memperkenalkan bahaya penyalahgunaan narkoba  kepada masyarakat  khususnya pelajar dan remaja.

“Rumah edukasi ini diperuntukan untuk masyarakat khususnya pelajar dan remaja agar bisa melihat, memahami bahaya penyalahgunaan narkoba,” katanya pada Sultraline.id, Sabtu (29/03/2018).

Lanjutnya, Berdasarkan hasil prevalensi sekitar 1,7 hingga 2% penyalahgunaan narkoba (pemakai/pengedar). Jadi sekitar 98% masyarakat Muna masih bebas dari narkoba.

“Jadi saya mengajak yang 98 persen masyarakat Muna yang belum kena sebagai penyalahguna narkoba untuk berkunjung ke rumah edukasi ini. Agar masyarakat bisa tahu tentang bahaya narkoba dan menjauhkan diri dari narkoba,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, Terkait dengan narkoba jangan pernah menggunakannya karena akan merusak dan membawa penderitaan yang berakhir kematian.

Dalam kesempatan yang sama Kasat Resnarkoba Polres Muna AKP. Muhammad Ogen Sairi, dalam memandu Mahasiswa UHO dan Dosen di Rean mengatakan, Dalam penyalahgunaan narkoba nantinya akan merusak organ tubuh, mengalami sakit dan berujung pada kematian (sambil menunjuk patung peraga dan peti mayat). Bila kedapatan sebagai pemakai apalagi bandar narkoba maka penegakan hukum akan dilakukan (sambil menujuk alat peraga patung dalam jeruji besi).

Sehingga dia menghimbau, hindari penyalahgunaan narkoba, jika ada yang sudah ketergantungan, cepat melapor, kita akan konseling dan melakukan rehabilitasi. Jika tidak dan kedapatan maka penegakan hukum akan dilakukan, terang Ogen.

Foto bersama Kapolres Muna bersama Mahasiswa dan Dosen

Kepolisian Republik Indonesia khususnya Polres Muna tidak bisa menangani penyalahgunaan narkoba tanpa peranan seluruh lapisan Masyarakat.

Dosen yang juga ketua jurusan ekonomi manajemen dan bisnis UHO Sri Wiati Mehrani menyampaikan, bahwa penyebaran narkoba yang luas dimasyarakat, yang bisa jadi mahasiswa saya menjadi incaran bahkan korban, maka pentingnya kita berkunjung kerumah Rean Polres Muna untuk mendapat pemahaman tentang Narkoba.

“Di Rean ini, kita disajikan penjelasan bahwa penyalahgunaan narkoba bisa berujung pada kematian dan jeruji besi akan menanti,” kata Sri Wiati Mehrani.

Dia berharap, dengan mengunjungi Rean mahasiswa bisa tahu bahaya narkoba, menghidari serta memberikan pemahaman lagi kepada masyarakat dan keluarga sehingga peredaran bisa dicegah secara bertahap,” tutupnya.

Laporan: Baharuddin Palugu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.