Sen. Okt 25th, 2021

Pengamat: Pengembangan Ekonomi Kota Kendari “Abnormal”

1 min read
Syammsul Anam

SULTRALINE.ID, KENDARI – Pengamat Ekonomi dari Universitas Muhammadiah Kendari, Syamsul Anam menilai pengembangan ekonomi Kota Kendari tidak normal. Sebab menurutnya, pembangunan yang ada tidak mengacu pada struktur yang benar.

Diungkapkan Samsul Anam dalam dialog publik yang mengangkat tema ‘Visi Ekonomi Kota, Menakar kemajuan, mengejar ketertinggalan’ yang digelar, Jumat (20/01/2017), kondisi saat ini mengembangan ekonomi yang dimotori oleh Pemerintah Kota Kendari menciptakan kondisi yang kurang menguntungkan bagi daerah.

“Pengembangan ekonomi itu jika mengacu pada struktur harusnya diawali dari pengambangan hal primer, kemudian sekunder dan tersier,” kata Dekan Ekonomi UMK ini.

Setelah pengembangan untuk hal primer, kata Anam, seperti membangun pasar serta pusat-pusat perbelanjaan atau pusat ekonomi lain, seharusnya pemerintah melangkah pada pengembangan hal yang sekunder yakni penciptaan produk yang memanfaatkan kekayaan dan potensi daerah sendiri.

“Ini yang terjadi adalah setelah sektor primer langsung pengembangan ke sektor tersier yakni usaha jasa, dan pengembangan komoditas utama Kota Kendari justru tidak dilakukan, akhirnya ketersediaan produk itu disuplay dari luar,” ujarnya.

Menurutnya, dengan model pengembangan ini justru menciptakan ketergantungan yang sangan masif akan produk dari luar yang sebenarnya produk tersebut dapat dihasilkan oleh daerah ini sendiri.

Ia mencontohkan, tidak terkelolanya sektor perikanan di Kota Kendari meskipun secara kuantitas hasil kekayaan laut cukup tinggi.

“Sektor perikanan adalah hasil utama di Kota Kendari namun kita lihat sendiri bahkan tidak ada konsep dari pemerintah untuk pengelolaan hasil perikanan. Akhirnya sektor ini hanya menguntungkan pihak luar yang mengambil kekayaan daerah kendari,” ujarnya.

Dijelaskannya, juga dengan pengembangan ekonomi yang ada Kota Kendari tidak memiliki karakter ekonomi yang jelas sehingga dalam pengemasan brand kota atau city branding juga tidak jelas.

Laporan: Taufik Qurahman

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

€sl Promotion

€sl Promotion