Penembakan di Konsel, La Ode Mutanawas: Harus Diusut Tuntas, Bila Perlu Akan Direkom cabut IUP nya

SULTRALINE.ID, KENDARI – Terkait insiden penembakan yang dialami Sarman (35), warga Desa Tue-tue Kecamatan Laonti,Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), oleh oknum yang tidak dikenal tepatnya pada Minggu (14/1/2018), menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra khususnya Komisi 3.

“Kami menduga adanya kongkalikong yang dilakukan oleh pihak perusahaan dengan pihak lain untuk menghadang warga yang melakukan penghalangan alat berat yang ingin masuk di area pertambangan,” ucap anggota komisi 3 DPRD Sultra La Ode Mutanawas, Selasa (16/1/2018)

Dia juga mengecam insiden tersebut. Bahkan Dia meminta agar pihak kepolisian Konsel dalam hal ini Kapolres untuk turun langsung dan segera mengambil langkah menyelidiki kasus penembakan tersebut jangan terkesan melakukan pembiaran, karena pada saat peristiwa penembakan terjadi pihak pengamanan yang seharusnya mampu meredam konflik, sehingga dapat  menengahi permasalahan saat di lapangan.

“Polisi adalah pengayom masyarakat, mari kita jaga amanah ini jangan biarkan pengusaha hitam merajalela mengeksploitasi sumber daya alam kita. Dari oknum-oknum yang tidak bertanggung  jawab atas penyelesaian sengketa lahan PT Gerbang Multi Sejahtera (GMS) yang mengakibatkan warga tertembak,”tuturnya

Lebih lanjut Dia, untuk kepastian masalah ini komisi 3 DPRD Sultra dalam waktu dekat  mengagendakan kunjungan lapangan, di area IUP PT. GMS dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Setelah itu kami akan gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil semua pihak terkait,” ujar Politisi PAN Sultra ini.

Ditambahkannya, bila terbukti ada pelanggaran perundang-undagan dan masih dalam penyelesaian masaalah hukum lainnya oleh PT. GMS maka tidak menutup kemungkinan akan merekomendasikan pemberhentian seluruh aktivitas perusahaan sampai semua masalah terselesaikan.

“Kalau terbukti ditemukan pelanggaran berat tidak menutup kemungkinan IUP PT. GMS ini kita rekom untuk di cabut. Enak sekali para pengusaha tambang ini habis mereka ambil kekayaan negeri kita yang sejak turun temurun dimiliki oleh masyarakat setempat, tiba tiba mereka langsung main rampas dengan selembar izin yang namanya IUP. Penjajahan moderen dengan mengeksploitasi sumber daya alam negeri kita segera kita hentikan,” pungkasnya

Hingga saat ini korban penembakan tengah dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) Bahteramas.

Laporan : Irdwan Jeko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.