Ilustrasi

Pelayaran Indonesia Berduka, KM Fungka Permata V Terbakar Tewaskan Sejumlah Orang

SULTRALINE.ID, KENDARI – Dunia pelayaran Indonesia kembali dihebohkan dengan terbakarnya Kapal Motor (KM) Fungka Permata V dengan tujuan Banggai – Taliabu saat berada di perairan wilayah Desa Togong Sagu, Kecamatan Bangkurung, Banggai Laut (Balut), Sulawesi Tenggah (Sulteng), kemarin (14/9).

Tragedi ini merupakan untuk kesekian kalinya melanda di perairan Indonesia, sehingga menjadi petut perhatian guna menciptakan kenyamanan dan keselamatan bagi para pengguna angkutan laut ini.

Adapun detik-detik terbakarnya KM Fungka Permata V , Dikutip dari CNN Indonesia.com, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Syahar Diantono menjelaskan detik-detik atau kronologis insiden yang terjadi pada Jumat (14/9) sekira pukul 16.45 WITA itu.

Menurut dia, awalnya KM Fungka Permata V yang dinakhodai Andi Sulistiyono bersama sembilan orang anak buah kapal (ABK) berangkat dari Pelabuhan Murhum Bau-Bau menuju Pelabuhan Raha dengan membawa penumpang sebanyak 87 orang pada Kamis (13/9) sekitar pukul 10.00 WITA

KM Fungka Permata V tiba di Pelabuhan Raha, Sulawesi Tenggara (Sultra) sekitar pukul 15.00 WITA dengan memuat kembali empat orang penumpang, kemudian kembali melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Banggai Laut, Sulawesi Tengah (Sulteng) sekitar pukul 16.00 WITA.

“Demikian ormasi melalui sambungan radio milik Syahbandar Pelabuhan Banggai Laut terkait telah terkabarnya KM Fungka Permata V saat sedang berlayar di perairan laut wilayah Desa Togong,” kata Syahar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/9).

Dia menerangkan, jumlah penumpang menurut data manifes dari Pelabuhan Murhum Bau-Bau dan Pelabuhan Raha sebanyak 91 orang penumpang ditambah ABK 10 orang, sehingga di dalam kapal memuat total sebanyak 101 penumpang sesuai manifes.

Menurut Syahar, berdasarkan data yang diterima hingga saat ini dinyatakan sebanyak 10 orang meninggal dunia dengan rincian delapan orang dewasa dan dua anak bawah lima tahun (balita).

Sementara itu, Syahar menambahkan, 10 orang masih dinyatakan hilang karena berdasarkan informasi masih berada di tengah laut dan belum dievakuasi, sebagian besar berpegangan di serpihan kayu dan juga pelampung.

Adapun data-data korban yang berhasil dihimpun sebagai berikut :

Korban yang hilang:

 

  1. Iyan.
  2. Wandi.
  3. Mama ikbal.
  4. Nasima.
  5. Waupele.
  6. Anak waupele 1.
  7. Anak waupele 2.
  8. H. Lamporuka.
  9. La Dia,
  10. Mama Lasingga,
  11. Iko Asmi.

 

Korban yang Meninggal ;

  1. Maini ( Mama Ian )
  2. Suhani
  3. Supiati
  4. Muh Arsan ( Bayi )
  5. Muh Irwan ( Bayi )
  6. Wa Ode Masiana
  7. Blm di ketahui ( perempuan )
  8. Blm di ketahui ( perempuan)
  9. Blm di ketahui ( perempuan)
  10. Blm di ketahui ( laki- laki )

Hingga saat ini para korban sudah di evakuasi di pelabuhan Banggai, Sulteng.

 

Laporan: Tim Sultraline.id

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.