Peduli Pendidikan, XL Axiata Salurkan Bantuan Wifi Gratis Setahun ke Poltekkes Gizi Kendari

21 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

SULTRALINE.ID, KENDARI – Guna meningkatkan mutu peningkatan pendidikan di era digital yang serba cepat, PT XL Axiata berikan Wifi gratis kepada Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kendari.

Pemberian itu bersamaan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara PT XL Axiata dan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kendari, Jumat 2 Februari 2018.

Regional Sales Mananger PT XL Axiata Kendari, Wahid Ramlan, mengatakan di tahun 2018 PT. XL Axiata memang fokus pada dunia pendidikan, salah satu dengan memberikan bantuan Wifi gratis selama setahun kepada Poltekkes Kemenkes Kendari.

“Kita berani memberikan bantuan berupa Wifi, karena secara kapasitas kita per 27 Januari 2018 kemarin telah upgrade kapasitas jaringan menjadi 2,5 GPs. Jadi sangat beasr kita punya kapasiti, sehingga kita berani memberikan Wifi gratis. Dan ini sudah berjalan di beberapa titik selain di poltekkes ini diantaranya SMK 1, SMK 2, SMK 3, SMK 4 dan SMK Kesehatan Mandonga,” ungkapnya.

Alasan menyasar Sekolah dan kampus, Sambung Ia, karena melihat konektivitas jaringan sangat bagus digunakan baik di sekolah maupun kampus. “Jadi kita menentukan itu bukan sembarang pilih, karena terlebih dahulu kita melakukan survei dengan mengecek speed jaringan dan di Gizi ini speednya itu rata-rata ternyata yang paling tinggi di dapat itu 45 Mbps, karena sebelum di upgrade masih dibawah 10 Mbps,” jelasnya

Ditambahkan pemberian Wifi gratis ini sebagai bentuk memberikan kepuasan kepada pelanggan setia XL. “Karena berdasarkan data janauari 2017 lalu pelanggan kami masih 213 ribu dan di tahun 2018 meningkat pesat dengan menembus di angka 936 ribu pelanggan, jadi tidak ada salah nya kita berikan bantuan,” tandasnya.

Sementara itu Direktur Poltekkes Kemenkes Kendari, Askrening, mengatakan, mengucapkan terima kasih atas pemberian wifi gratis dari PT XL Axiata. “Pada dasarnya kami sangat apresiasi kerja sama ini, karena salah satunya dapat meningkatkan dan memudahkan proses belajar mengajar bagi dosen dan mahasiswa, serta ini juga bisa meningkatkan akreditasi kampus kami untuk semua jurusan bukan hanya gizi tapi semuanya,” pungkasnya

Laporan: Irdwan Jeko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *