Jum. Agu 14th, 2020

Pedagang Sayur Pasar Mekongga Kembali Mengadu Ke DPRD Kolaka

1 min read
whatsapp-image-2020-01-14-at-16-34-26

SULTRALINE.ID, KOLAKA – Tak terima  lapaknya di bongkar, puluhan  pedagang sayur dari mekongga kolaka kembali mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kolaka mengadukan nasibnya, pasalnya akibat pembongkaran itu jualan pedagang banyak tidak laku akibat di pindahkan ke dalam pasar alias kios.

 

Menurut mereka saat lapaknya di bongkar, tidak ada pemberitahuan dan pertemuan sebelumnya di lokasi pun tidak ada pertemuan tiba-tiba lapaknya langsung di gusur saja dengan perintah staf-staf dari pemda kepala pasar, Senin (13/01/2020).

 

korlap Jabir saat hearing bersama pedagang dan anggota dewan yang di terima langsung komisi 2 Hj. Asmani Arif membeberkan bahwa menurut salah satu media mereka sudah pernah melakukan pertemuan namun pedagang ini membantah bahwa pertemuan tidak ada begitu pula di relokasi hingga di pindahkan begitu saja.

 

“Seharusnya mereka (pedagang, red) di satukan kemudian di panggil, karena mereka akan patuh juga dengan aturan yang ada di sini dan pada waktu itu tahun 2015 sebenarnya sudah ada persetujuan oleh Bupati bahwa tidak ada penggusuran namun ternyata di gusur juga. Yang jadi pertanyaan siapa yang memerintahkan namun kepala pasar mengatakan ada yang diatasnya berarti Bupati. Nah ini perlu di pertanyakan kepada Bupati ketika ini yang di lakukan maka preseden buruk yang dilakukan di periode kedua kepemimpinannya karena baru terjadi, andaikan saya punya ibu dan di gusur seperti itu tanpa pemberitahuan jelas hati saya sedih seperti yang dilakukan seorang ibu yang datang menangis di depan saya, sehingga solusi apa yang perlu dilakukan komisi 2, kita desak pemda kalau mau atur pembangunan berikan solusi yang baik tapi jangan di dalam karena tidak ada pembeli hingga bisa jadi mereka tidak jual,” paparnya.

 

“Jadi kalau saya untuk komisi 2 mendesak pemda untuk melakukan relokasi kalau ada tapi kalau tidak bangunkan sementara, persoalan kebersihan atau penataan lingkungan yang baik yah tatalah lingkungan yang baik secara keseluruhan karena ketika ada pembersihan mereka juga turut namun tiba-tiba di gusur kembali, inilah masalah bagi kami, dan harusnya penetapan kemanusiaan harus di lakukan sesuai pancasila, sehingga kewajiban jangan sampai pelaku pasar tidak mengetahui sistem penataan pasar yang baik karena kemarin bukan hanya  permasalahan pasar namun masalah pembagian los juga di janjikan akan dapat karena kena pembongkaran, namun ternyata dia tidak  dapat karena ada yang lebih besar pembayaranya. Nah melihat itu jangan ada kepincangan harusnya ada tim khusus untuk mengawas jangan sampai ada bisnis tertentu di dalamnya karena sepengetahuan itu yang terjadi di pasar baik pengelolahan, pembagian kiso, sehingga harus ada manajemen pasar yang baik,” terangnya.

 

Jabir menambahkan bahwa pedagang akan tetap bertahan di tempat lama sampai ada kejelasan yang pasti.

 

“Kalau tidak ada solusi di sampaikan bahwa anggaran belum ada maka mereka akan membuat sendiri dan siap unuk pindah ketika ada lokasinya khusus pedagang sayur, sehingga dalam hal ini pemda betul-betul  memiliki pasar  secara profesional agar pedagang kecil bisa menikmati cari hidup di pasar,” tambahnya.

 

(Anggota DPRD Kolaka, Hj. Asmani Arif Menemui pedagang sayur)
(Anggota DPRD Kolaka, Hj. Asmani Arif Menemui pedagang sayur)

 

Mendengar aduhan yang kedua dari pedagang sayur anggota DPRD Kolaka Hj. Asmani Arif menjelaskan, bahwa memang seharusnya sebelum di relokasi  dan di bongkar pedagang yang berada di luar terlebih dahulu  bicarakan untuk penempatan pedagang.

 

“Permasalahan ini di sampaikan saat ketika saya turun di lapangan dan langsung kami sikapi bersama teman anggota dewan lainnya bahkan kami undang ada kepala pasar, kepala bapenda, disperindag dan kami tekan disperindag agar turun pengawasannya di mana lokasinya ketika akan di pindahkan, dan tadi laporan Jabir sebagai korlapnya ada lapak-lapak yang di bongkar tapi tidak ada tempatnya. Dengan adanya persoalan ini  kemarin kami sudah undang dinas terkait dan diakui bahwa sebelum dipindahkan para pedagang akan dikomunikasikan dengan baik dengan melakukan sosialisa, kemudian penjual sayur 144 los yang ada di dalam di sepakati penjual segar itu menempati tempat yang sudah di bangun, bukan saya yang menekankan itu hanya komunikasi dinas terkait bahwa dipindahkan penjual sayur yang ada di luar masuk ke dalam karena tempat itu sudah becek dan kalau campuran akan di pikirkan dulu losnya seperti apa dan kami sudah sarankan pada disperindag yang bangun pasar itu dan bapenda bahwa penjual ikan dan sayur harus berdampingan,” papar Asmani Arif dihadapan massa aksi.

 

“Dan kami sudah rekomondasikan, namun alasannya disitu sudah ada penjual ikan sudah ada di luar sedangkan untuk pembenahan pedagang sayur tidak disampaikan,  pertanyaan kalau anda yang mau bangun sendiri itu tidak bisa kan ada pemerintahnya, namun saat kita review pembangunan pasar untuk pedagang  sayur tidak ada di anggarkan baik dari disperindag maupun di bapenda, makanya kami anggota dewan yang baru anjurkan silahkan di programkan  anggaran bangunannya, agar mereka bisa menjual dan ada pembelinya, kan yang sebenarnya di bangunkan tiang kemudian di beri seng setelah itu diatur dan tempatkan pedagang sayurnya berdampingan dengan penjual ikan,”  jelas Politis PKS ini.

 

Ia menambahkan komisi 2 sudah menekankan bapenda dan disperindag untuk menganggarkan untuk membangun lapak bagi penjual sayur.

 

“kami mengerti pedagang sayur agar di tempatkan berdampingan dengan penjual ikan agar singkron setelah belanja ikan langsung  di lirik sayurnya juga,  karena berdampingan dengan penjual  ikan seperti itu. Namun saat ini anggaran belum ada sedang disperindag di tahun pertama ini kosong , dan berharap pada bulan 7 di programkan anggaran pemerintah daerah sudah bisa diadakan dan kami akan back up di DPRD Kolaka,” tutup Asmani Arif.

 

Laporan : Sri

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *