April 23, 2019
You can use WP menu builder to build menus

Oleh : Sismawati

(Ketua KORPS PMII Putri PC Kota Baubau) 

 

Rabu, 17 April 2019 nanti, Rakyat Indonesia akan menyelenggarakan even besar, yaitu pemilihan umum (Pemilu) tidak terkecuali wilayah provinsi Sulawesi Tenggara dan khususnya masyarakat wilayah Kepulauan Buton. Event lima tahunan atau pemilu serentak ini, akan menentukan wakil-wakil rakyat yang akan duduk di kursi legislatif periode 2019-2024. Yang terdiri atas, DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan DPD RI, Serta Presiden dan Wakil Presiden.

Dalam dunia perpolitikan Indonesia, pemilihan umum dilakukan secara terbuka. Tidak hanya kaum laki-laki, perempuan pun memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi bahkan memiliki hak yang sama untuk menduduki kursi kepemimpinan.

Selain itu partisipasi perempuan dalam pelaksanaan Pemilu 2019 harus mampu dimaksimalkan. Bukan hanya kehadiran saat pemungutan suara, perempuan wajib untuk terlibat aktif dalam upaya mewujudkan terlaksananya pemilu bersih yang jujur dan adil.

Sebab tidak bisa dipungkiri, dalam hal menghadapi pemilu serentak 2019 ini. Tidak semua kaum perempuan menghadapinya dengan perasaan yang seragam, ada yang sangat aktif adapula yang tak acuh. Bagi yang telah memahami bahwa pemilu adalah wadah untuk merubah bangsa dan daerah ini agar lebih baik maka sudah pasti akan sangat semangat. Namun yang masih memahami pemilu ini setengah setengah, maka dianggapnya tidaklah lebih hanya event lima tahunan biasa yang menganggap siapa saja yang terpilih maka tidak akan ada perubahan.

Olehnya dari pada itu, saya mewakili KORPS PMII Putri PC Kota Baubau menghimbau kepada seluruh perempuan untuk tidak menyia-nyiakan hak pilihnya. untuk memilih wakil rakyat yang baik, berintegritas, dan memiliki kapasitas keilmuan yang memadai serta kapabilitas yang mempuni. Jangan sampai kita asal coblos saat dibilik suara nantinya. Selagi masih ada waktu, coba kita telisik informasi tentang calon-calon yang maju sebagai calon wakil rakyat. Jangan golput!!

Aturan tentang kewajiban kuota 30 persen bagi caleg perempuan adalah salah satu capaian penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia pascareformasi. Dengan keberadaan perempuan dalam politik diharapkan mampu menghasilkan kebijakan dalam perspektif perempuan, serta membuktikan bahwa Perempuan dapat menjadi pelopor integritas.

Ayo, bersama-sama berusaha untuk melakukan suatu perubahan agar dapat membawa dampak yang berkualitas pada pengambilan keputusan dilembaga publik.

Dan yang hal yang harus diketahui dan diwaspadai bagi kita kaum perempuan adalah jika keterwakilan perempuan di parlemen tidak dalam jumlah yang memadai, maka kecenderungan untuk menempatkan kepentingan laki-laki sebagai pusat pengambilan kebijakan akan sangat sulit dibendung.

Olehnya saya berharap perempuan juga mesti meningkatkan kapasitasnya. Melalui organisasi keperempuanan, seperti dapat melatih atau mengembangkan kapasitas dalam kepemimpinan. Dengan begitu, dunia politik akan diisi oleh perempuan yang memiliki karakter dan kualitas kepemimpinan yang bagus.

No Comments