Sen. Okt 25th, 2021

Ormas Pemuda Desak Polda Terbuka Soal Penangkapan 26 Warga Kelurahan Bende

1 min read
AKsi

SULTRALINE.ID, KENDARI – Puluhan masyarakat yang menamakan Barisan Pemuda Merah Putih Sulawesi Tenggara (SAMUDRAH SULTRA) mengelar aksi damai di sekitaran Pasar Rakyat Kadia, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Senin (09/01/2017).

Dalam aksinya ini, SAMUDRAH SULTRA meminta Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara lebih tranparan terkait peristiwa penggerebekan dan penangkapan masyarakat 26 warga kelurahan Bende dengan alasan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat).

Diungkapkan Kordinator aksi, Abdul syukur dalam orasinya, pada tanggal 15 Desember 2016 sekitar pukul 23: 00 Wita di Jalan Kembar Dua, Kelurahan Bende, Kecematan Kadia telah dilakukan penggerebekan, penangkapan dan pemeriksaan terhadap 26 warga.

“Namun dalam pemeriksaannya 26 warga itu di interograsi soal sengketa lahan bukan terkait operasi Pekat. Melihat itu kami dapat menyimpulkan bahwa ada dugaan permainan oknum kepolisian daerah Sultra dalam sengketa lahan tersebut,” papar Abdul Syukur.

Selain hal tersebut, SAMUDRAH SULTRA juga menuntut Kapolda Sultra untuk melakukan pemeriksaan terhadap salah seorang notaris yang terkait kasus tersebut dan Kepala BPN Kota Kendari yang diduga terlibat dalam penertiban sertifikat Nomor 00039 yang menjadi pangkal sengketa tanah tersebut.

“Kami duga saudara Anthar Shaddad Al Damary memalsukan tanda tangan saudara Ambo Lolo pada saat peralihan lahan yang dari perusahaan menjadi milik Anthar, dan ironisnya saudara Anthar menyatakan bahwa saudara Ambo Lolo telah meninggal dunia, yang pada kenyataannya masih hidup,” pungkasnya.

Laporan: La irdwan

3 thoughts on “Ormas Pemuda Desak Polda Terbuka Soal Penangkapan 26 Warga Kelurahan Bende

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

€sl Promotion

€sl Promotion