Nyong Tukang Parkir Yang Ramah, Harus Menghidupi Tiga Anaknya

SULTRALINE.ID,BAUBAU – Seorang pria pakai kaos oblong dan celana pendek terlihat merapikan sepeda motor dan mobil yang terparkir di pantai Kamali, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

Setiap kali ada yang hendak parkir atau mengambil sepeda motor dan mobil setelah selesai makan, selalu disambutnya dengan senyum ramah. Pria ini bernama Nyong. Sepintas, seperti tukang parkir pada umumnya. Hanya saja, ada sesuatu yang berbeda dari bapak tiga orang anak ini dalam memberikan pelayanan.

Pria yang saat ini berusia 30 tahun ini selalu ramah menyapa pemilik kendaraan yang tengah parkir. Setelah itu, Nyong mengarahkan sepeda motor sesuai dengan arah yang hendak dituju.

Tak hanya itu, sambil menjaga sepeda motor yang ditinggal pemiliknya makan, ia mengambil kain, lalu membersihkan satu persatu semua helm, jok dan kaca spion sepeda motor yang terparkir.

Nyong menceritakan, dirinya mulai parkir sejak sore hingga malam hari. Dengan penghasilan yang tidak menentu.

“Penghasilan itu kadang Rp 40000 saja, kalau ramai bisa diatas Rp 50000an permalamnya,”ujarnya Kamis (15/02/2018).

Nyong menjadi tukang parkir baru setahun ini, pasalnya minimnya pekerjaan. Akhirnya, ia memutuskan jadi tukang parkir di pantai kamali.

“Saya di Baubau Kos bersama istri dan anak, uang dari parkir itulah jadi kehidupan sehari-hari dari makan sampai bayar kos,” tuturnya.

Dia pun berharap ada perhatian dari Pemerintah Kota Baubau dengan dibukanya lapangan kerja, sehingga bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Kita ini sebagai orang kecil, hanya bisa berharap kepada pemerintah agar dibukakan lapangan kerja yang lebih lagi, sehingga kebutuhan bisa terpenuhi,” harapnya.

Laparan: Ical

Editor: Irdwan Jeko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.