October 17, 2019
You can use WP menu builder to build menus

whatsapp-image-2019-10-11-at-09-48-24


SULTRALINE.ID, KENDARI – Nyala lilin dan keranda putih mengenang pahlawan demokrasi yang telah gugur pada tragedi 26 September 2019 yakni almarhum Yusuf Kardawi dan Randi ratusan mahasiswa, alumni Teknik Universitas Halu Oleo (UHO) beserta masyarakat mendoakan keduanya tepat di peristiwa yang merenggut keduanya, di jalan Drs Silondae, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis malam (10/10/2019).

 

 

 

Terlebih dua pekan pasca peristiwa naas itu masih menyisakan pilu, pasalnya sampai saat ini belum juga diketahui siapa terduga pelaku terbunuhnya Immawan Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi.

 

 

 

img-20191010-wa0113

img-20191010-wa0114

 

 
Walau pihak kepolisian baik Polri dan Polda Sultra telah memeriksa 6 oknum kepolisian yang menyalahi Standar Operasional (SOP), namun sejauh ini belum ada yang ditetapkan sebagai terduga pelaku.

 
Sebelum dilakukan doa bersama, terlebih dahulu diisi dengan orasi-orasi perwakilan alumni Teknik UHO dari berbagai angkatan dan mahasiswa.

 

 

 

(Alumni dan mahasiswa Teknik UHO mengenang almarhum)

(Alumni dan mahasiswa Teknik UHO mengenang almarhum)

 

 

 

Salah satu Alumni Teknik UHO, Hasanuddin dalam orasinya menyampaikan kedua almarhum merupakan pelanjut pejuang reformasi yang wajib dikenang di hati seluruh masyarakat Indonesia.

 

 

 

“Mereka bukan hanya pejuang Sultra, tapi pejuang Indonesia yang gugur memperjuangkan kepentingan rakyat,” cetus bang Hasan.
Selain itu Alumni dan mahasiswa meminta pemerintah provinsi Sultra untuk membangun monumen di tempat peristiwa berdarah itu.

 

 

 

“Bapak Gubernur Sultra Ali Mazi kita minta membangun monumen mengenang almarhum sebagai catatan sejarah di tiap tahunnya, karena ini bukan lagi untuk masyarakat Sultra tapi seluruh masyarakat Indonesia,” tegas mahasiswa dan alumni Teknik UHO.

 

 

 

Laporan : TIM

No Comments