Nasib Komisioner KPU Konsel Tunggu Putusan Inkrah

12 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

SULTRALINE.ID: KENDARI – Menanggapi penetapan status tersangka terhadap lima anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Konawe Selatan atas dugaan penyelewengan dana Pilkada 2015, KPU Provinsi Sultra menunggu keputusan inkrah dari pengadilan.

Diungkapkan Ketua KPU Sultra, Hidayatullah pada SULTRALINE.ID, pihaknya berpegang pada asas praduga tak bersalah, olehnya itu pasca penetapan status terdakwa baru akan mengambil keputusan penonaktifan sementara.

“Karena kelima komisioner berstats tersangka dan berstatus non aktif, maka segala kebijakan KPU Konsel yang diperlukan, akan dimbil alih oleh KPU Provinsi,” kata Dayat sapaan akrab Hidayatullah, Jumat (30/12/2016)

Selanjutnya, jika sudah ada keputusan incrah yang menyatakan bersalah maka akan diberhentikan total dan jika dinyatakan bebas maka akan dikembalikan.

“Jika keputusan incrah menyatakan bersalah, maka KPU Provinsi akan menetapkan komisioner dengan status Pengganti Antar Waktu (PAW),” ujarnya.

Untuk informasi, lima komisioner KPUD Konsel diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi dana hibah Pilkada tahun 2015, berupa biaya rental mobil kendaraan sebanyak enam unit. Berdasarkan hasil pemeriksaan Kejaksaan Negeri Konsel, sewa kendaraan roda empat oleh para komisioner KPU tersebut fiktif.

Lima komisioner KPU yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Nuzul Qadri dan Aswan, Jabal Nur, Sutamin Rembasa dan Yusran. Dari penetapan tersebut dua komisioner telah ditahan yakni Nuzul Qadri dan Aswan.

Laporan: Taufik Qurahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *