July 21, 2019
You can use WP menu builder to build menus

SULTRALINE.ID, KOLAKA – Mushalla sejatinya untuk tempat beribadah menghadap sang Pencipta. Selain itu juga keberadaan mushalla sangat cocok memperdalam ilmu agama keislaman umat muslim. Hal itu seperti terjadi di Mushalla Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka yang tempat belajar bagi mahasiswa baru (Maba) 2018 ini.

Sebagai dosen agama USN Drs. Muh Najib Shaleh memberi kegiatan keagamaan di mushalla. Ia menuturkan bahwa kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan keagamaan memberikan bimbingan dalam melaksanakan shalat dan memberikan tugas keagamaan, serta evaluasi.

“Saya lakukan penggemblengan sebelum semester 2 dan seterusnya. Kegiatan ini selama 40hari di lakukan untuk (mahasiswa baru. Jadi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga pukul 11.00 atau selama dua jam pelajaran. Namun untuk mahasiswa lama tetap berjalan seperti biasa hanya mahasiswa baru saja,karena kita kekurangan kelas maka kami memberikan pelajaran di tempat ini hanya batas waktu empat puluh hari saja,” tutur Najib saat dijumpai, Senin (05/11/2018).

Ia menjelaskan, kegiatan ini menjadi rutinitas sehari-hari bagi Maba dalam mata pelajaran agama islam.

“Yang kemarin beda dilaksanakan di kelas namun sekarang, karena banyaknya mahasiswa maka kita adakan di mushalla. Jadi yang ikut pelajaran agama tadi itu satu kelas setiap hari dan jumlahnya 52 maba dari berbagai fakultas, ini di lakukan setiap minggu pertemuannya tiga kali dari senin rabu dan kamis. Jadi ada namanya kelas A, kelas B Dan kelas C,”

Pihaknya juga mengajarkan betapa mengaji sebagai bekal manusia kepada sang Khalik. Menurut nya kebanyakan Maba saat masuk kuliah rata-rata sudah bisa mengaji tetapi ternyata masih ada yang belum lancar sama sekali.

“Makanya kami beri kegiatan ini untuk memperlancar bacaannya, dan kami juga beri tugas, sehingga pelajarannya yang di beri selama 40 hari itu yakni Shalat yang wajib dan sunnah, bacaan alquran berapa ayat yang di baca setiap hari, pertemuan seminggu sekali di kontrol artinya selama seminggu apa yang di baca dan itu sesuai kemampuannya berapa banyak dia bisa baca alquran, apakah 50 ayat atau seratus kah seperti itu. Dan ini mahasiswa harus buat laporan karena ini juga termasuk penilaian dalam mata kuliah saya,” terangnya.

Ia menambahkan, alangkah ironisnya ketika mahasiswa berkuliah sudah lulus tapi belum lancar mengaji.

“maka inilah yang kami handle, agar bila esok hari ketika meninggalkan bangku kuliah, mereka sudah lancar mengajinya seperti ilmu lain yang dia peroleh, karena ini juga bekal amalan kita kepada Tuhan,” tandas Najib.

Laporan : Sri

No Comments