Mundurnya Mahasiswa Teknik Arsitek UMK Mengundang Reaksi Mahasiswa Fakultas Lain

67 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

SULTRALINE.ID, KENDARI – Kegaduhan yang ada di Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) mengundang reaksi dari mahasiswa Fakultas lain UMK khususnya La Saharudin dari fakultas Hukum UMK.

La Saharudin yang akrab disapa Sahar ini mengatakan bahwa, langkah yang diambil oleh teman-teman mahasiswa dan delapan Dosen Teknik Arsitek Umk, untuk tetap mengundurkan diri dari Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan langkah yang sangat keliru, pasalnya apa yang menjadi tuntutan mereka dalam aksi solidaritas 123 yang meminta Dekan Fakultas Teknik untuk turun dari jabatanya itu sudah terpenuhi dan berhasil. “Dekan Fakultas Teknik sudah mengundurkan diri jabatannya sebagai dekan. Sekarang dengan tetap mengundurkan diri, maunya yang sebenarnya itu apa?. Terkait dengan permintaan mereka untuk mengeluarkan dekan dari UMK. Kita harus menilai dari sisi manusianya, dia juga masih memiliki keluarga yang perlu dinafkahi kalau kita paksakan untuk tidak jadi Dosen, bagaimna dengan keluarganya yang akan dinafkahinya.” ungkapnya saat ditemui Sultraline.id, Rabu (7/2/2018)

Disisi lain Sahar juga mengemukakan harapannya kepada pihak Universitas Muhammadiyah Kendari untuk tetap mempertahankan delapan Dosen dan mahasiswa yang telah mengundurkan diri, dengan pertimbangan bahwa mahasiswa mengundurkan diri dikarenakan pasca pemunduran diri dari delapan dosen tidak ada lagi tenaga pengajar di teknik arsitek. Dan mahasiswa yang mengundurkan diri ini memiliki latar belakang ekonomi yang berbeda-beda. “Bagi yang memiliki kemampuan ekonomi sah-sah saja untuk integrasi, terus bagaimana dengan yang tidak memiliki kecukupan ekonomi, takutnya ini akan mengundang reaksi dari berbagai pihak dan bisa jadi dari orang tua mahasiswa, dan reaksi itu bisa beraneka macam dan bisa jadi mereka akan melakukan aksi Demonstrasi, ” terangnya

Lanjut Ia, daripada itu Rektor juga pada aksi 123 pernah mengatakan bahwa “Bagi mahasiswa yang ingin keluar dari UMK itu akan diamini, berarti kalau tidak ingin keluar silahkan bertahan,” ujar Sahar menirukan ucapan Rektor UMK.

Untuk diketahui polemik UMK bermula atas dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Dekan Fakultas Teknik UMK Moch. Asddieq, yang telah melakukan penggelapan uang SKL sebesar Rp 18 Juta dan melakukan kekerasan terhadap dua mahasiswa.

Buntut dari itu delapan Dosen Teknik Arsitek dan ratusan mahasiswa Teknik menyatakan Mengundurkan diri atau keluar dari UMK.

Laporan: Irdwan Jeko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *