Miris nya Nasib Guru SMA/SMK di Sulawesi Tenggara, Siapa Yang Salah ?

SULTRALINE.ID, KENDARI –Sejumlah guru SMA dan SMK di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) belum menerima gaji Agustus dan September 2018. Mereka kebanyakan belum menerima penghasilan untuk bulan September 2018.

Berdasarkan data yang dihimpun jumlah tenaga Guru SMA/SMK di Sultra sebanyak 6.400 yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sebagai mana di ketahui pemerintah pusat resmi mengalihkan pengelolaan SMA/SMK menjadi tanggung jawab pemprov per 1 Januari 2017. Dengan demikian, gaji guru PNS dibayarkan oleh pemprov melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi .

Lamanya pencairan Hak para pendidik langsung mendapat  respon secara moral oleh  Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pemerhati pendidikan. “Hal ini terjadi sangat memilukan bagi dunia pendidikan di Sulawesi Tenggara ini akan menjadi pekerjaan serius pemerintahan bapak Alimazi untuk melakukan pembenahan sistem birokrasi  di jajaran dinas pendidikan  Provinsi Sulawesi Tenggara,” ungkap Alvian Pradana Liambo, SH,MH,  Jumat (14/9/2018).

Di tambahakan juga oleh ketua  Serikat Buruh Sejahtar Indonesia (SBSI) Provinsi Sulawesi Tenggara  Alvian Pradana Liambo, SH,MH  saat di konfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan bahwa hak hak guru adalah bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM) yang harus di dapatkan oleh setiap pendidik. “Kami sudah mendapatkan laporan  dari beberapa guru yang ada di Sulawesi Tenggara ini, seluruhnya mengeluhkan proses birokrasi dinas pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, olehnya itu saat ini Tim investigasi dan Advokasi kami sudah bekerja untuk mengumpulkan seluruh bahan yang dapat kami jadikan bahan gugatan,” ungkapnya lagi

saat ini pihaknya sedang siapkan somasi pada Dinas pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara ,dan kasus ini juga akan dilaporkan pada kementerian Pendidikan  dan ke Mabes POLRI agar kasus ini di usut.

“Kami prihatin dengan nasib guru hal ini tidak boleh di biarkan berlarut larut, para pendidik kita banyak menjadi tulang punggung keluarga, mereka menghidupi keluarga mereka juga,”pungkasnya.

Sementara itu sampai berita ini di tayangkan belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak Dinas pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara. Saat tim sultraline.id berkunjung Jumat siang 14/9/ 2018  ke kantor dinas pendidikan untuk mendapatkan  konfirmasi tidak ada satu orang pun yang bersedia memberikan penjelasan , dari pantauan sultraline .id kepala dinas tidak ada di tempat, ruang kerja kadis terkunci rapat.

Laporan : Tim Sultraline.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.