Miris! Kades Labunti Lakukan Tindakan Asusila Terhadap Mahasiswi KKN IAIN Kendari

SULTRALINE.ID, Muna – Entah apa yang merasuki pikiran SB (46) yang menjabat sebagai seorang Kepala Desa (Kades) Labunti, Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna Ini, nekat melakukan aksi asusila (penjabulan) pada HS (21) seorang Mahasiswa IAIN Kendari yang berasal dari Desa Noko, Kecamatan Wawonii Timur, yang sedang melakukan KKN di daerah tersebut.

Aksi bejat kepala desa tersebut mulai menciut usai Korban yang berinisialkan HS ini datang ke Polres Muna pada hari Sabtu tanggal 25 agustus 2018 sekitar pukul 18.00 wita untuk melaporkan insiden pencabulan yang dialaminya.

Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga mengatakan, SB melakukan aksi bejatnya pada Jumat tanggal 10 agustus lalu sekitar pukul 08.30 wita pagi, dimana korban HS sedang berada di Balai Desa Labunti yang kala itu di jadikan sebagai Posko KKN Mahasiswa IAIN Kendari.

 

Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga, saat dijumpai di ruang kerjanya.

 

“Balai desa atau posko Korban tersebut terdapat dua (2) kamar Putra dan Putri, kamar depan untuk Mahasiswa Laki-laki dan Kamar belakang untuk Mahasiswa Perempuan,” Ucapnya Minggu (26/08/2018).

“Sekitar pukul 08.30 wita, korban baru saja selesai mandi dengan hanya terbalut selembar sarung dan handuk menutupi rambut dan berjalan keluar kamar mandi melewati ruang tengah dan dari luar balai desa (depan pintu) Pelaku memanggil Korban,” sambungnya

Lebih lanjut AKBP Agung Ramos mengatakan, usai korban masuk ke kamarnya tiba-tiba pelaku muncul di depan Korban dan kedua tangan Pelaku langsung memegang pangkal lengan korban serta mulut pelaku juga di dekatkan pada bibir Korban, namun kala itu Korban bersikeras menolak dan sempat melakukan perlawanan pada pelaku.

“Ketika itu korban didorong oleh pelaku namun Korban berkeras dengan menggeser kaki kanan sehingga tidak terjatuh, selanjutnya Pelaku melepaskan pegangannya lalu mengatakan “sebentar” kemudian Pelaku keluar dari kamar atau Posko tersebut,”terangnya

Di samping itu Kapolres Muna juga mengungkapakan usai melalukan penyelidikan dari beberapa saksi pelaku langsung di amankan dan di jebloskan ke dalam penjara.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya pelaku terjerat pasal 289 KUHP tentang tindakan pencabulan dengan acaman hukuman sebilan (9) tahun kurungan penjara,” Pungkasnya.

Laporan: Baharuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.