July 21, 2019
You can use WP menu builder to build menus

SULTRALINE.ID, KENDARI  – Di era saat ini minat membaca khususnya kalangan pemuda mulai berkurang. Padahal dengan membaca bisa menambah wawasan dan pengetahuan baru. Melihat kondisi itu kini di Sulawesi Tenggara (Sultra) telah hadir Rumah Literasi Marhaenis.

 

Rumah Literasi Marhaenis (RLM) adalah sebuah komunitas yang bergerak di bidang Literasi dan Advokasi yang bertujuan untuk menselaraskan teori dan praktik di lingkungan akademik dan masyarakat agar terwujudnya pemuda dan masyarakat yang cerdas, kritis, bermartabat dan berwawasan.

 

Ketua RLM, Ahmad Arfan Mponini, mengatakan, konsep pergerakan rumah literasi marhaenis lebih signifikan lagi adalah teori dan praktek, berbicara soal teori sebagai salah satu konsep dasar penelitian sosial. Teori adalah seperangkat konsep atau konstruk, defenisi dan proposisi yang berusaha menjelaskan hubungan sistimatis suatu fenomena, dengan cara memerinci hubungan sebab-akibat yang terjadi.

 

“Dan berbicara soal praktik berarti melaksanakan sesuatu secara nyata seperti apa yang disebutkan dalam teori. Sehingga dari teori dan praktik itu bisa melahirkan sebuah kesimpulan untuk bagaimana bisa menyelesaikan pelomik yg d terjadi d masyarakat. Pentingnya literasi d Sulawesi Tenggara khususnya di kota kendari sebagai penunjang kualitas namun lebih dari itu, makna literasi juga mencakup melek visual yang artinya, kemampuan untuk mengenali dan tahu kemampuan melek huruf/aksara yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis. Memahami ide-ide yang disampaikan secara visual,” bebernya, Rabu (15/5/2019).

 

Olehnya itu, kata ia, pemahaman orang tentang makna literasi sangat dipengaruhi oleh penelitian akademik, institusi, konteks nasional, nilai-nilai budaya, dan juga pengalaman.

 

“Pemahaman yang paling umum dari literasi adalah seperangkat keterampilan nyata khususnya keterampilan kognitif membaca dan menulis yang terlepas dari konteks di mana keterampilan itu diperoleh dan dari siapa memperolehnya,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, RLM melaksanakan kegiatan rutin dan incidental bagi memperkaya literasi.

 

“Kegiatan rutin meliputi: pertama, Gelar buku di berbagai tempat bertujuan merangsang minat baca di kalangan pemuda milenial dan masyarakat. Kedua, edah buku dan pengembangan diri. Sedangkan kegiatan incidental meliputi: Bakti social, Advokasi dan Mengadakan event,” terangnya.

 

Ia berharap dengan kehadiran RLM mampu meningkatkan semangat membaca dan berdiskusi untuk kalangan pemuda dan mahasiswa.

 

“Salam literasi, Salam eksekusi, Kami ada untuk keadilan kaum kaum marjinal,” tandas pria yang kerap disapa Bung Avant ini.

 

Laporan : TIM

No Comments