Ming. Nov 28th, 2021

Maksimalkan Peran Keluarga, Wali kota Resmikan Rumah Dataku Kampung KB

2 min read
whatsapp-image-2021-10-25-at-17-50-37

ADVERTORIAL – Pemerintah memiliki tugas yang sangat berat dalam mengatasi laju pertumbuhan penduduk, sehingga pemerintah membentuk suatu badan yang di tugaskan untuk mengatasi hal tersebut yaitu BKKBN dan sesuai dengan Pepres Nomor 62 Tahun 2010.

Strategi untuk melaksanankan arah kebijakan Nasional di bidang pengendalian pertumbuhan penduduk dan pembangunan keluarga telah ditetapkan strategi utama di mana BKKBN sebagai badan yang ditunjuk untuk mengambil kebijakan yang berkaitan dengan hal pertumbuhan penduduk telah mengeluarkan kebijakannya yaitu, meliputi; 1. Menyerasikan kebijakan pengendalian penduduk dan pembangunan KB 2. Menggerakan dan memberdayakan para pemangku kepentingan (stakeholders), mitra kerja serta masyarakat 3. Menata kelembagaan 4. Memperkuat sunber daya manusia, pegawai dan tenaga penyuluh 5. Meningkatkan pembiayaan.

Dengan adanya keseriusan Pemerintah dalam menggalakan program KB nantinya  program ini akan berhasil mengatasi masalah masalah yang ada. Hal ini tidak serta merta direspon  oleh masyarakat dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan kesadaran masyarakat menggunakan alat kontrasepsi yang masih rendah, yang merupakan ini salah satu program dari KB.

Penggunakan alat kontrasepsi jangka panjang spiral (IUD) dan implan atau susuk sangat rendah. Presentase penggunaan alat kontrasepsi hanya  sekitar 18%. Sisanya menggunakan alat kontrasepsi jangka pendek berupa pil dan suntik(Sumber:PrintKompas). Dengan adanya seperti ini Pemerintah dan BKKBN berjalan bersama melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman masayarakat tentang Keluarga Berencana (KB). Dan masyarakat dihimbau mendukung penuh program KB oleh pemerintah yang nantinya pengaruhnya akan dirasakan sendiri masyarakat Indonesia. Jika antara Pemerintah dan Masyarakat bersatu padu dalam mensukseskan Program KB , bukan tidak mungkin Program KB ini mampu menekan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia dalam era sekarang ini.

Apalagi kita ketahui, Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang hidup bersama, atas dasar ikatan darah, perkawinan, atau adopsi (Elliot dan Merrill). Keluarga mempunyai peran yang cukup sentral bagi kehidupan. Keluarga mempunyai peran dan fungsi bagi anggota keluarga. Terdapat dua peran keluarga yang dapat dijalankan, yaitu peran sebagai social control (kontrol sosial) dan lembaga sosialisasi.  Social kontrol yang dimaksud adalah keluarga berperan mengontrol setiap anggota keluarga, dan memberikan sanksi jika terdapat pelanggaran terhadap nilai dan norma yang dilakuan oleh salah satu anggota keluarga tersebut. Terdapat tiga aspek dalam kontrol sosial, antara lain: value (nilai), authority (otoritas) dan pressure (tekanan).

Adapun peran sebagai lembaga sosialisasi yaitu keluarga menjadi tempat untuk mensosialisasikan nilai dan norma yang berlaku, untuk menciptakan kehidupan ber-masyatakat yang harmonis, tertib, dan seimbang (equilibrium).Keluarga sebagai lembaga sosialisasi primer melakukan sosialisasi pertama kali kepada anak, sebagai bekal di kehidupan mendatang, terutama dalam kehidupan ber-masyarakat. Individu dididik sedemikian rupa di dalam keluarga supaya siap menjadi bagian dan menjadi pribadi yang baik  di masyarakat. Oleh karena itu, keluarga memiliki pengaruh yang determinan terhadap anak dalam berperilaku di lingkungannya.

Keluarga dapat mengajarkan kepada para anggota keluarga bagaimana cara berinteraksi sosial dengan baik, penuh dengan sopan santun, meskipun tidak dapat berinteraksi secara langsung dan se-intim sebelum adanya pandemi, seperti berjabat tangan dan sebagainya. Keluarga juga dapat mengajarkan untuk bersimpati dan berempati, sebagai ilmplementasi nilai sosial budaya yang kental di masyarakat Indonesia, yaitu gotong royong. Saling membantu dan peduli terhadap sesama yang membutuhkan, sebagaimana kondisi sulit saat ini yang dihadapi bersama. Gotong royong dapat menjadi suatu kekuatan besar bangsa untuk dapat survive dan keluar dari masalah  akibat pandemi.

Berdasarkan hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk dan KB) terus meningkatkan peran keluarga dalam menekan laju pertumbuhan penduduk. Setelah sukses dengan kampong KB. Kini Pemkot Kendari kembalikan inovasi dengan menghadirkan Rumah Data ku,

Peresmiannya pun langsung Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, bertempat di Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Senin 25 Oktober 2021.

(Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir saat membawakan Sambutan)
(Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir saat membawakan Sambutan)

 

Wali Kota Kendari menjelaskan bahwa Rumah Dataku merupakan pusat komunikasi dan interaksi masyarakat dengan seluruh stakeholder terkait bagaimana meningkatkan peran keluarga ditengah masyarakat. Kampung KB dan Rumah Dataku merupakan salah satu upaya atau program Pemerintah Kota Kendari untuk memaksimalkan fungsi dan peran keluarga di tengah masyarakat, yaitu fungsi agama, kasih sayang, perlindungan, sosial budaya, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan.

“Visi Kota Kendari untuk menjadikan kota layak huni yang berbasis ekologi, teknologi dan informasi tidak lepas dari peran keluarga. Oleh karena itu, Ia berharap 8 fungsi keluarga itu benar-benar bisa dioptimalkan dan ini bisa didorong lewat kader-kader kita nanti yang tersebar, paling tidak sekarang sudah ada 27 kampung KB yang ada di Kota Kendari ini yang bisa diperankan dengan baik. Sehingga muaranya nanti ke kota layak huni”, ujarnya.

Dirinya juga berharap bahwa peresmian Rumah Dataku di Kelurahan Mokoau ini bisa memotivasi kelurahan lainnya di Kota Kendari untuk turut berpartisipasi dalam memaksimalkan fungsi keluarga.

“Rumah data ini hadir atas inisiatif dari masyarakat Kelurahan Mokoau, sehingga saya meminta kepada kelurahan lain mudah-mudahan ini bisa dijadikan motivasi dan inspirasi agar bisa juga membuat program untuk memaksimalkan fungsi keluarga, seperti Rumah Dataku ini”, ungkapnya.

(Wali Kota Kendari bersama Kepala Perwakilan BKKBN Sultra serta PNS lingkup Pemkot)
(Wali Kota Kendari bersama Kepala Perwakilan BKKBN Sultra serta PNS lingkup Pemkot)

whatsapp-image-2021-10-25-at-17-51-05-1

 

Terebosan tersebut disambut baik Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara Asmar. Ia mengatakan, rumah dataku bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pembangunan ditingkat kelurahan yang berbasis data.

“Harapan kita memang data yang ada di rumah dataku ini terintegrasi sehingga intervensinya lebih mudah, dari dinas sosial juga dari Dukcapil jadi nanti datanya ter-update sehingga setiap saat dibutuhkan semua akan tersedia walaupun bentuknya sederhana, swadaya tetapi jangan kita lihat bangunannya tapi kita lihat asas manfaatnya, kedepannya kita berharap intervensi kelembagaan itu tepat sasaran karena banyak kita liat dimedia sosaial bantuan-bantuan tidak tepat sasaran karena salah data,” tutupnya.

Ruang keluarga adalah lingkungan penting bagi anak dalam ketika memahami norma, nilai, sikap, dan kepercayaan mereka hingga anak-anak tumbuh membentuk anak yang memiliki sikap positif agar tidak bertindak bersikap negatif di saat lingkungan yang lebih luas nantinya. Tidak hanya dalam lingkungan keluarga namun anak dapat belajar juga di lingkungan sekolah yang mana memberikan gambaran yang luas serta dapat berinteraksi dengan oranglain.

Sebaliknya anak yang tidak mendapatkan pelayanan pendidikan yang memadai membutuhkan perjuangan yang cukup berat untuk mengembangkan hidup. Pendidikan anak usia dini juga dimaksudkan untuk mempersiapkan anak-anak memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu sekolah dasar. Saat ini telah banyak berbagai sekolah taman kanak-kanak memberikan pendidikan yang baik dan berkualitas demi mengembangkan karakter, kemampuan dan bakat dalam diri anak tersebut. Kemudian diperlukan bantuan orangtua dalam mengajar dan mendidik anak terutama dalam berkarakter.

Sementara itu, Kadis Dalduk Dan KB Kota Kendari, Jahuddin mengatakan rumah data ku diharapkan bisa menyiapkan data base atau mikro terkait kependudukan, sehingga data tersebut sebagai acuan pengendalian penduduk dan keluarga berencana yang ada di wilayah Kota Kendari.

Ia menambahkan, lewat pokja kampung KB pihaknya selalu melakukan pertemuan untuk melihat langsung permasalahan yang didapat ditengah-tengah masyarakat.

“Dengan begitu kita bisa mengetahui permasalahan yang ada misalnya soal pendidikan anak, kita mencari tahu apa yang menjadi masalahnya, kemudian kita juga mencarikan solusi tentunya berkoordinasi dengan dinas terkait,” katanya

Ia menambahkan. Sejauh ini program KB sudah berjalan maksimal, namun memang pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan sehingga sesuai apa yang menjadi target pemerintah.

“Dari 7 alat kontrasepsi yang terus dilayani, Alhamdulillah kita sudah memenuhi target itu yang jangka panjang, namun memang soal jangka pendek masih belum memenuhi target. Tapi kami terus berupaya sehingga program keluarga berencana ini bisa maksimal sesuai harapan kita semua,” katanya.

Pemkot Kendari juga terus tingkatkan kualitas hidup warga dengan memasifkan Kampung KB Berkuliats di tahun 2021.

Menurut Walikota Kendari, salah satu alasan pihaknya memperbanyak pembentukan kampung KB dinilai bisa menyelesaikan persoalan yang tengah dihadapi masyarakat Kota Kendari mulai dari gangguan kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi melalui keterlibatan berbagai lintas sektor,”

Disebutkan, jumlah kampung KB di Kota Kendari saat ini sebanyak 27 titik yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kendari, Kampung KB awalnya merupakan singkatan Kampung Keluarga Berencana kemudian oleh BKKBN Pusat merubahnya menjadi Kampung Keluarga Berkualitas.

“Awalnya, pembentukan hampung KB ini hanya satu per kecamatan, tetapi kemudian diperluas agar setiap kelurahan memiliki titik atau kawasan yang ditetapkan menjadi kampung KB,” katanya.

Wali kota mengaku telah menginstruksikan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk dan KB) dan Organisasi Perangkat Daerah sebagai mitra lintas sektoral dan Kelompok Kerja (Pokja) Kampung KB untuk senantiasa turun langsung di lapangan dan menyerap aspirasi dari masyarakat sehingga bisa menjadi dasar pembentukan Kampung KB di suatu kawasan tersebut.

“Dalam kondisi seperti Pandemi saat ini, warga kita sangat membutuhkan pendampingan pemerintah. Mereka butuh pemerintah untuk mendengarkan aspirasinya, dengan harapan bisa diakomodir agar bisa bertahan di masa pandemi saat ini. Saya harap kehadiran kami di masyarakat bisa memenuhi ekspektasi masyarakat. Kami akan berupaya keras untuk mengatasinya,” katanya.

Upaya pemkot tersebut guna mewujudkan Visi Kota yakni Mewujudkan Kota Kendari sebagai Kota Layak Huni yang berbasis Ekologi, Informasi dan Teknologi. Serta misi Meningkatkan Kualitas Pelayanan Masyarakat, Pembangunan Infrastruktur dan Menata Wajah Kota.

 

€sl Promotion

€sl Promotion