Mahasiswa Teknik UMK Setor Formulir Integrasi, WR 1 Kemana?

88 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

SULTRALINE.ID, KENDARI – Sejak kemarin ratusan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) yang sudah menyatakan diri keluar atau integrasi mendatangi ruangan Wakil Rektor (WR) 1 untuk penyetoran formulir integrasi secara kolektif.

Langkah itu diambil setelah Rektor UMK secara arogansinya mempersilahkan untuk keluar. Buntut dari mosi tidak kepercayaan dan tidak adanya keadilan terhadap mahasiswa. Pasalnya Rektor UMK lebih mempertahankan yang salah ketimbang mendengar suara hati mahasiswa.

Ditemui salah satu mahasiswa, Pangga Rahmad mengatakan, WR 1 justru tidak mengindahkan itu, ia berdalih bahwa tidak mau bertanggung jawab ketika dikemudian hari jika dituntut telah melegitimasi mahasiswa untuk berpindah kampus, padahal hal ini memang keinginan dari mahasiswa sendiri untuk pindah, sebab tidak ada lagi alasan kuat untuk tetap bertahan di kampus UMK yang keadilannya telah terjual oleh kepentingan.

“Kami harus keluar, untuk apa bertahan di kampus yang tidak memiliki rasa keadilan malah melindungi yang salah,” katanya, Jumat (2/2/2018)

Lanjut Pangga, bahwa Ia dan ratusan mahasiswa siap untuk bertanda tangan jika mahasiswa datang satu persatu, hal ini justru mematahkan permintaan sikap yang menegaskan untuk dimudahkan proses integrasi secara kolektif. Dan jelas Rektor sudah mempersilahkan pada saat membaca pernyataanya pada 23 Januari 2018 lalu.

“Kami rasa jelas WR 1 sengaja untuk mengulur-ulur waktu. Hari ini kami kembali mendatangi ruang WR 1 menghabiskan berjam-jam semenjak pagi hingga siang, tapi alhasil ruangan WR ! kosong tanpa penghuni,” terangnya

Sementara itu, Baso Azwar, menambahkan, dirinya dan ratusan mahasiswa akan tetap bertahan di depan ruangan WR 1 menunggu kehadirannya agar segera menandatangi surat integrasi yang telah mereka ajuakan.

“Yang intinya kita akan tunggu, karena jelas kami tak ingin bertahan lama-lama lagi di kampus yang jelas tidak ada rasa keadilannya,” tandasnya

Untuk diketahui ratusan mahasiswa Fakultas Teknik UMK menyatakan keluar, bermula atas menuntut rasa keadilan karena Rektor UMK yang telah melindungi Dekan FT UMK Moch Asddieq yang telah melakukan kekerasan terhadap mahasiswa dan melakukan penggelapan dana SKL mahasiswa Jurusan Arsitektur sejumlah Rp 18 juta

Laporan; Irdwan Jeko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.