Sab. Des 7th, 2019

Mahasiswa KKN Tematik UHO Edukasi Warga Sambuli Pemanfaatan Kelapa untuk Pembuatan Minyak Kelapa Murni (VCO) dan Briket

1 min read
whatsapp-image-2019-08-15-at-17-03-56

SULTRALINE.ID, KENDARI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Universitas Halu Oleo (UHO) tahun 2019 yang berada di Kelurahan Sambuli, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mengedukasi masyarakat terkait pemanfaatan buah kelapa untuk pembuatan virgin coconut oil (VCO) atau minyak kelapa murni dan briket (arang) dari tempurung kelapa.

 

Kegiatan tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat oleh dosen UHO yang diintegrasikan dengan KKN Tematik mahasiswa dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat Kelurahan Sambuli, Kecamatan Nambo, Kota Kendari.

 

Untuk diketahui, pembuatan virgin coconut oil (VCO) atau minyak kelapa murni dan briket (arang) merupakan hasil karya mahasiswa yang tentunya mendapatkan dukungan dari dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) UHO dari Jurusan Kimia dan Fisika. Adapun yang mengikuti KKN Tematik sebanyak 15 orang yang terdiri dari 11 orang dari Jurusan Kimia dan 4 dari Jurusan Fisika dengan jumlah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) 5 orang.

 

Salah satu mahasiswa KKN tematik dari Jurusan Kimia Nur Hikmawati, menuturkan Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak Kelapa Murni ini sangat mudah dengan bahan utama daging buah kelapa.

 

“Prosesnya sediakan kelapa yang sudah tua, kemudian di kupas ambil dagingnya lalu kupas kulitnya, lalu diparut setelah itu ditambahkan air, kemudian diperas, lalu didiamkan selama 2 jam. Hasilnya akan terpisah antara air dan sari pati kelapa, kemudian airnya dibuang dan saripatinya yang dimanfaatkan menjadi minyak dengan melakukan fermentasi,” terangnya, Rabu 14 Agustus 2019.

 

Menurut perempuan berhijab ini manfaat VCO sangat baik untuk kesehatan terutama yang terkena penyakit kolesterol, jantung dan liver karena VCO mengandung banyak senyawa-senyawa yang bermanfaat bagi tubuh kita seperti antioksidan. Adapun perbedaan minyak konvensional dengan VCO, kata ia, proses pembuatannya yang berbeda, sehingga kandungan kimianya relatif sedikit berbeda pula.

 

“Kalau VCO ini langsung diolah tak perlu melalui proses panjang dan proses pemanasan, sehingga kandungan minyaknya tidak berkurang dan warnanya juga lebih bening dari minyak dalam kemasan,” lanjutnya.

 

Ia menambahkan, pengembangan pembuatan minyak kelapa murni sudah dilakukan bertahun-tahun di F-MIPA UHO. Olehnya itu, kata ia, melihat potensi di daerah Kelurahan Sambuli ini memiliki banyak stok kelapa maka kegiatan ini dilakukan.

 

(Para Mahasiswa KKN tematik yang didampingi dosen pendamping lapangan menjelaskan ke warga kelurahan Sambuli, Kota Kendari terkait  pemanfaatan kelapa untuk pembuatan minyak kelapa murni )
(Para Mahasiswa KKN tematik yang didampingi dosen pendamping lapangan menjelaskan ke warga kelurahan Sambuli, Kota Kendari terkait pemanfaatan kelapa untuk pembuatan minyak kelapa murni atau VCO)

 

 

“Kita berbagi pengetahuan kepada masyarakat disini, dan Alhamdulillah masyarakat sangat antunsias dengan apa yang kami paparkan. Selain itu warga disini juga bisa tahu dan ingin mencoba di rumah masing-masing,” imbuhnya.

 

“Ini juga tak terlepas dari dukungan dan arahan dosen-dosen di FMIPA untuk terus mengembangkan dan menambah pengetahuan, sehingga bisa bermanfaat seperti saat ini,” pungkasnya.

 

Sementara itu untuk pembuatan briket hanya bermodalkan tempurung kelapa, namun sedikit memakan waktu. Dimana tempurung kelapa mula-mula dipotong kecil-kecil dan dikeringkan di bawah sinar matahari. Tempurung yang sudah kering diarangkan di dalam drum kurang lebih 4 jam sampai mendapatkan arang halus. Arang halus selanjutnya dicampur dengan bahan perekat dari kanji atau sagu lalu dicetak.

 

Kata mahasiswa KKN tematik lainnya, La Ode Iwan manfaat briket ini sangat banyak dalam sehari-harinya. “Ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk bakar ikan, kemudian untuk masak air panas dan mudah dibawa kemana-mana saja,” ujarnya.

 

 

(Para Mahasiswa KKN tematik yang didampingi dosen pendamping lapangan menjelaskan ke warga kelurahan Sambuli, Kota Kendari terkait pemanfaatan kelapa untuk pembuatan briket dari tempurung kelapa)
(Para Mahasiswa KKN tematik yang didampingi dosen pendamping lapangan menjelaskan ke warga kelurahan Sambuli, Kota Kendari terkait pemanfaatan kelapa untuk pembuatan briket dari tempurung kelapa)

 

 

Lebih jauh ia menjelaskan, Briket ini memiliki keunggulan karena panas yang dihasilkan maksimal dan bertahan lama serta merupakan bahan bakar yang ramah lingkungan. Bahkan briket bisa diekspor terutama ke Negara Negara Timur Tengah untuk pembakaran rokok Arab (Sisha), “Dan ini bisa menambah nilai ekonomis untuk masyarakat,” tambahnya.

 

Terlihat masyarakat menyambut baik dengan keberadaan mahasiswa KKN tematik UHO. “Ini sangat positif sekali untuk menambah  ilmu dan pengetahuan warga tentang pemanfaatan kelapa ini,” kata Salah satu warga Sambuli, Jaya.

 

Apalagi, kata Jaya, selama ini warga belum pernah melakukan ini. Dengan kehadiran mahasiswa mereka bisa tahu dan bisa mengembangkan kelapa untuk peningkatan ekonomi sehari-hari. “Kami sebagai warga sangat terbantu dengan adanya mahasiswa KKN disini,” ucapnya.

 

Para mahasiswa tersebut tentunya selalu dipantau oleh dosen pembimbing dengan selalu memberikan arahan dan masukan, serta saran.

 

Dr. La Ode Kadidae , S.Si, M.Si selaku salah satu dosen pembimbing yang sehari-harinya berprofesi sebagai dosen Kimia dan juga sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA UHO berharap kepada mahasiswa KKN tematik bisa meningkatkan daya belajar dari pengetahuan dan pengalaman praktis di lapangan, selain itu mampu memberikan manfaat kepada masyarakat dengan adanya edukasi pembuatan minyak kelapa murni dan briket.

 

“Hal ini tidak terlepas dari misi UHO sebagai institusi pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya masyarakat di wilayah pesisir dan perdesaan,” katanya.

 

“Semoga hadirnya kami disini, mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, dan bentuk pengabdian kepada masyarakat,” pungkas Dosen Kimia ini.

 

 

Laporan : Irdwan Jeko

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *