June 18, 2019
You can use WP menu builder to build menus

SULTRALINE.ID, KENDARI – Memasuki awal 2019, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan gebrakan dengan meluncurkan Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga (KPSH) beras medium, di Gudang Punggaloba Kendari, Kamis (03/01/2019).

KPSH merupakan upaya preventif pemerintah untuk menyikapi harga beras yang mulai menunjukkan kenaikan serta meningkatkan pasokan beras guna menjaga ketersediaan beras di masyarakat.

Kepala Divre Bulog Sultra Kusmiawan mengatakan, pada KPSH ini pihaknya menjual beras Rp8.100 per kg dengan harga penjualan maksimal sesuai HET yakni Rp9.450 per kg.

“Pada akhir Desember ini, rata-rata KPSH mencapai 10 sampai 15 ton per hari. Khusus Kendari realisasinya mencapai 1.474 ton,” ujarnya.

Lanjut ia, hingga saat ini, realisasi KPSH se Sultra telah mencapai 5.305 ton dan itu sudah sangat membantu pasokan beras.

 

 

Disinggung mengenai stok beras, Kusmiawan, mengungkapkan stok beras Perum Bulog Sultra per 3 Januari 2019 sebanyak 13.741 ton. Rata-rata stok beras ini, kata Kusmiawan, berasal dari produk lokal malaupun masih ada sebagian kecil impor sekitar 100 ton.

“Masih sangat cukup untuk memenuhi pelaksanaan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga disepanjang tahun ini. Kami yakin stok ini bisa bertahan hingga sembilan bulan kedepan,” katanya.

Ia menambahkan untuk di Sultra daerah yang banyak memproduksi beras yakni di Kabupaten Muna, Kabupaten Bombana dan Kabupaten Kolaka.

Dalam peluncurkan itu turut dihadiri, Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Syarifuddin Safaa dan beberapa OPD lingkup Pemprov.

Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Syarifuddin Safaa berharap hadirnya KPSH mampu mencapai sasaran, sehingga masyarakat tak perlu khawatir terkait stok beras yang ada.

 

Laporan : Irdwan Jeko

No Comments