Lagi, Kapolda Sultra Diminta Tuntaskan Kasus Tewasnya Bripda M Fatur

SULTRALINE.ID, KENDARI – Sejumlah Mahasiswa kembali menggelar aksi unjuk rasa, terkait penuntasan  penganiayaan yang berujung meninggalnya Bripda Muh. Faturahman Ismail (20) anggota kepolisian daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dari pantauan, massa aksi yang mengatasnamakan Pemuda Pemerhati Hukum Sulawesi Tenggara (PPH – SULTRA) melakukan aksi dari jalan HEA Mokodompit/pertigaan kampus UHO menuju Mako Polda Sultra.

Mereka meminta Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra harus tranparan, prosedural, profesional dalam menyelesaikan kasus tersebut.

Pasalnya Bripda Muh. Faturahman Ismail tewas karena dianiaya oleh dua seniornya sendiri sesama Anggota Polisi Polda Sultra beberapa waktu (3/9/2018).

“Dua oknum anggota kepolisian Polda Sultra itu menunjukan sikap yang tidak sewajar dan tidak sepatutnya dicontoh oleh pihak kepolisian yang lainnya dan masyarakat umumnya yang telah melakukan penganiayaan kepada juniornya sehingga mengakibatkan meninggal dunia, ini bukan menjadi contoh yang baik sebagai aparat kepolisian yang notabenenya  sebagai penegak hukum sehingga perlu adanya sanksi tegas kepada dua oknum anggota kepolisian tersebut agar kejadian ini tidak terulang kembali,” terang Yogi Mengko Korlap aksi, Selasa (18/9/2018).

Mereka juga mendesak kapolda Sultra untuk memecat dua oknum anggota kepolisian tersebut., karena jelas mencoreng institusi kepolisian, tak hanya itu mereka juga meminta Kapolda Sultra memecat Dir Sabhara karena telah lalai dalam menjalankan tugas.

“Apabila tuntutan kami tidak dipenuhi, makan Kapolda Sultra harus mundur dari jabatannya  karena tidak mampu menjalankan tugas dengan baik, sehingga merusak citra kepolisian dimata masyarakat,” pungkasnya

Terlihat aksi berjalan dengan damai dan tertib.

Untuk diketahui, dihimpun dari berbagai media, Bripda Muh. Faturahman Ismail merupakan korban penganiayaan oleh dua seniornya sesama anggota polisi hingga tewas, pada Minggu subuh (3/9/2018).

kedua polisi bermasalah itu adalah Bripda Sulfikar dan Bripda Fislan. Bripda Sulfikar lebih senior dua tahun dibanding pelaku, sedangkan Bripda Fislan senior setahun yang bertugas Dit Sabhara Polda Sultra.

Adapun kronologis kejadian yakni dimana dua seniornya Bripda Sulfikar dan Bripda Fislan memanggilnya ke barak bersama 19 orang teman korban. Mereka berjajar dan berlutut, kemudian dipukuli dan ditendang. Tak tahan menahan aniayaan dua seniornya, Faturahman jatuh dan pingsan. Setelah dicek, rupanya korban sudah tidak bernyawa. Ternyata kasus ini berlandaskan motif cemburu. Hal itu terungkap usai pemeriksaan selama 12 jam terhadap kedua anggota polisi penganiaya juniornya. Dan keduanya sudah ditetapkan sebagai Tersangka.

 

Laporan: Irdwan Jeko

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.