Kurang Baiknya Pelayanan RSUD Bahteramas Kembali Dapat Sorotan Tajam Pasien

14 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

SULTRALINE.ID, KENDARI -Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas kembali menuai sorotan tajam. Pasalnya salah satu keluarga pasien bernama Rizky, yang diketahui sebagai salah satu Jurnalis di Organisasi Jurnalis Online Indonesia Sultra. Rizki juga merupakan kerabat pasien penderita Ascites (Penumpukan cairan di dalam perut) atas nama Pettasanna (54).

Pria asal Bombana ini, mengaku kecewa dengan kinerja tenaga medis RSUD Bahteramas, yakni Dokter Nyoman. Dokter Nyoman dianggap terburu-buru dan enggan menjelaskan lebih detail terkait mekanisme dan prosedur rujukan yang direkomendasikan terhadap pasien tersebut.

“Sejak 12 hari Ibu saya masuk di Rumah Sakit ini, beliau sudah sangat sekarat, dengan kondisi perut membengkak. Dokter memang memberikan harapan setelah cairan katanya dikeluarkan, tapi setelah diarahkan untuk uji lab, hasil tes lab lalu keluar tanpa dijelaskan dan tanpa basa-basi, Dokter Nyoman merujuk Ibu saya ke RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, dengan alasan ketidaktersediaan alat,” ungkap Rizki, Rabu (31/1/2018).

Padahal selama ini dikenal RSUD Bahteramas dengan predikat Rumah Sakit berstandar Internasional. Bahkan, Oktober 2017 silam, juga meraih predikat tertinggi Paripurna Bintang Lima berdasarkan penilaian Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Indonesia. RSUD Bahteramas yang dioperasikan sejak Tahun 2012 tersebut,

Pria yang akrab disapa Iki ini juga menduga ada kejanggalan dalam penanganan pasien tersebut. Dijelaskannya, setelah bertemu dengan salah satu karyawan Rumah Sakit, justru dikatakan bahwa ada efek atau dampak setelah pengeluaran cairan.

“Padahal jelas-jelas Dokter mengatakan tidak ada alat, lalu proses pengeluaran cairan itu memangnya nda pakai alat? Rujukannya pun bukan untuk rawat inap tapi rawat jalan. Saat saya mencoba mengetahui mekanisme dan informasi penunjang terkait kondisi Ibu saya kepada Dokter Nyoman, beliau justru menjawab dengan nada tinggi, peralatan terbatas dan tidak memadai, OK?jelas?!!!” kata Iki menirukan ucapan Dokter tersebut.

Sikap Dokter itu, menurut Iki, semakin menambah kekecewaan dan keraguan besar pasien terhadap fasilitas dan mekanisme pelayanan Rumah Sakit Plat Merah tersebut.

“Kami sangat kecewa dengan yang bersangkutan selaku tenaga medis yang menangani Ibu saya. Alat katanya terbatas padahal predikatnya paripurna Bintang 5, kami juga meragukan, apakah predikat tersebut lantas sudah sesuai dengan pelayanan yang diberikan selama ini?Bagaimana dengan nasib-nasib pasien lainnya yang mengalami hal serupa?” tambah Iki.

Menyoal mekanisme pelayanan yang masuk dalam catatan hitam keluarga pasien tersebut, Humas RSUD Bahteramas, Masitah, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (31/1/2018), menolak angkat bicara. Masitah justru secara gamblang mengakui bahwa pihak RS Bahteramas saat ini telah memiliki fasilitas memadai, didukung dengan ratusan tenaga medis. RSUD Bahteramas menurutnya juga menjadi sumber rujukan dari seluruh Rumah Sakit se-Sultra.

“Rumah sakit kami memang selalu menjadi sumber rujukan, baik dari ketersediaan alat dan tenaga medis, kami sudah memenuhi itu, tenaga medis kami juga sudah ada ratusan disini. Terkait mekanisme rujukan itu, saya tidak punya wewenang untuk bicara lebih jauh,” kata Masitah.

Pernyataan Humas RSUD Bahteramas tersebut menurut Iki, semakin menguatkan dugaan lemahnya fungsi pengawasan dan keterbukaan informasi dari tenaga medis terhadap pasien ditengah sederet prestasi yang disandang oleh Rumah Sakit yang di inisiasi oleh Pemerintah Provinsi tersebut. Hingga kini, pasien tersebut pun masih menjalani prosedur penanganan tanpa kepastian administrasi.

“Ibu saya masih dirawat di Makassar tanpa kejelasan administrasi disana. Belajar dari pengalaman ini, saya hanya meminta agar fungsi pelayanan terhadap pasien dimaksimalkan, terutama bagi Dokter yang jarang terlihat mengawasi pasien. Pengalaman ini jadi pelajaran, semoga tidak ada pasien yang mengalami hal buruk seperti saya,” pungkasnya

Laporan: Irdwan Jeko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *