Korbankan Pelaku UMKM Demi Halo Sultra, KJ3 Angkat Suara

SULTRALINE.ID, KENDARI – Terlihat para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berjualan di dalam areal MTQ atau Tugu Persatuan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai ditertibkan menjelang pelaksanaan event Halo Sultra 2018 yang menelan dana APBD sebesar Rp 1,2 Miliar.

Dari pantauan Sultraline.id para pedagang akhirnya berjualan di luar areal yang biasa ditempati. Terkait akan hal itu menjadi perhatian serius Komunitas Jurnalis Jalan-jalan (KJ3) yang konsen liputan pariwisata Sultra, Menyangkan   sikap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra yang menggusur para pedagang tersebut.

“Bicara pengembangan pariwisata tidak lepas dari dukungan pelaku UMKM. Maka kami sangat heran dan menyayangkan kebijakan Pemprov Sultra, buat event Halo Sultra dalam rangka HUT Sultra tapi menggusur usaha pelaku UMKM di MTQ,” kata Humas KJ3 Ifal Candra Moluse, Kamis (12/4/2018).

Paslanya, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sultra yang juga berperan membina pelaku ekonomi kreatif, terkesan melakukan pembiaran penggusuran yang dilakukan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sultra.

“KJ3 tidak bisa mengerti pola pembinaan UMKM yang diterapkan Pemprov Sultra. Ada kesan kalau event Halo Sultra digelar, selalu pelaku UKM terpinggirkan. Mereka disudutkan, mereka digusur sesuka pejabat,” tegas Ifal.

Padahal pada 2017 lalu, usai digelar event Halo Sultra, mantan Gubernur Sultra Nur Alam, memberikan ruang kepada pelaku UMKM untuk memanfaatkan stand pameran sebagai tempat berusaha. Maka ramai-ramailah pelaku UMKM memanfaatkan stand tersebut.

Namun, setelah stand tersebut digunakan dengan baik, sekarang malah mau digusur. ” Ini kan namanya tidak ada kepastian berusaha yang diberikan Pemprov Sultra. Pemprov perlu tahu, pelaku UMKM yang berusaha di MTQ itu tidak ada yang gratis. Mereka membayar. Hanya ini yang perlu ditelusuri, apakah masuk PAD atau menguap,” jelas Alumni Hukum UHO ini.

Terkait target Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendatangkan 100 ribu wisatawan dalam event Halo Sultra, harus diperjelas. “Saya kira buatlah target yang realistis. Kalau menampilkan artis nasional, lalu mendatangkan penonton yang banyak, ini kemudian diklaim banyak wisawatan domestik, sebenarnya bukan semacam ini yang diharapkan,” ujarnya

KJ3 juga menyoroti event Halo Sultra yang identik dengan panggung artis nasional. Anggaran besar dialokasikan lebih banyak disedot performance grup band papan atas Nasional. Sementara ruang pementasan seni dan budaya Sultra, terbilang sempit.

“Kami berharap kepada Pemprov Sultra, bahwa perayaan HUT Sultra mulai 23 sampai 27 April 2018, benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sultra. Bukan dinikmati segelintir atau sekelompok orang saja,” pungkas Pria yang murah senyum ini.

Laporan: Irdwan Jeko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.