Jum. Apr 3rd, 2020

Komite Perjuangan Kepton Busel Membincangkan Provinsi Kepulauan Buton Layak Mekar

1 min read
img-20200323-wa0066

SULTRALINE.ID, KENDARI – Sekelompok pemuda yang tergabung Komite Perjuangan Kepton (KPK) Buton Selatan (Busel) melakukan bincang-bincang membahas soal pemekaran Provinsi Kepulauan Buton.

 

Pasalnya sudah beberapa tahun yang lalu telah diusulkan, untuk mekar namun hingga saat ini masih tertunda. Terlebih adanya kebijakan moratorium yang di keluarkan oleh Pemerintah Pusat (sejak di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono).

 

Mereka mengkaji bahwa pertama dalam turunan tata perundang-undangan tidak ada itu istilah moratorium. Moratorium itu adalah sebuah kebijakan ini istilah yang tdky tepat alias sesat.

 

“Kedua kebijakan moratorium pemekaran atas telaah UU 32 dengan keluarnya UU 23 tahun 2014, ini adalah jawaban dari kebijakan moratorium yang artinya, otomatis kebijakan moratorium tidak berlaku lagi,” kata Muhammad Syaid selaku pengurus KPK.

 

“Ketiga UU 23 tahun 2014 mengatur syarat, dan tata cara Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) dan mengamanahkan kepada Pemerintah selambat lambatnya 3 tahun sejak UU tersebut di keluarkan agar segera membuat 2 RPP untuk menjadi rujukan PP sebagai alas mekarnya sebuah DOB,” sambungnya.

 
Ia menambahkan, sekarang sudah masuk tahun ke 6 jangankan PP RPP saja belum ada. Lanjut ia, malah yang di dengungkan oleh Pemerintah Pusat adalah indahnya Ibu kota dan pemekaran Papua.

 

“Ini sebuah pembohongan yg dilakukan oleh Pemerintah pusat,” ujarnya.
“Mekar atau kembalikan Buton sebelum Buton masuk NKRI. Itulah tujuan Kongres. Saya minta teman teman satu Narasi, satu perjuangan. Kongres adalah perpanjangan Sekber yang belum tuntas di Pusat. Kongres Kepton adalah murni dari arus bawah, Murni tanpa kepentingan. Tanpa bawa bawa kepentingan Politik. Tujuan kongres Kepton adalah memastikan kepastian emekaran Provinsi Kepton. YA atau TIDAK. Karena Moratoriun itu sesat,” bebernya.
Ia menambahkan, kalau jawaban Pemerintah Pusat tidak, maka disinilah tujuan kongres di bentuk.

 

“Bukan MERDEKA karena BUTON punya sejarah. Kembalikan BUTON keasalnya dan tujuan akhir Kongres adalah Referendum titik. sejak Awal itulah tujuan kongres. Dan kami siap sukseskan kongres,” pungkas.

 

 

Laporan : TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *