Kesan dan Pesan Erwin Usman Untuk Kawan Hidayatullah

SULTRALINE.ID, JAKARTA – Hidayatullah atau akrab disapa Dayat adalah kawan yang pernah sama-sama aktif di gerakan mahasiswa (1998-2000 an) maupun di LSM jaringan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2003-2008. Dia terkenal dengan lembaganya MARA (Majelis Amanat Rakyat) Sultra. Pada tahun 2007 saat Pilkada Kota Kendari kami bahkan pernah buat Program JURDIL [saya koordinatornya] dengan buat “TPS tandingan” di alun-alun MTQ sebagai respon atas Pilkada yang tidak adil dan tdk bermartabat. Rapat-rapatnya disusun di kantor Walhi Sultra. Ketua Walhi saat itu bung Arief Rahman (kini Sekretaris Wanbin POSPERA Sultra dan Dirut PERUSDA Konsel). Ikut juga kala itu dalam program “TPS Tandingan” tersebut Dr Eka Suaib (Dosen Fisip UHO yang kemudian jadi komisioner KPUD Prov Sultra). Juga sejumlah aktivis Kendari yang terkenal di zamannya.

Sejak jabat Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sultra (2012) saya praktis “lost contact” sama kawan Dayat. Kecuali saat dia masih anggota KPUD Kendari (sebelum 2012) kami masih ada tegur sapa kalau tak sengaja ketemu di cafe-cafe di Kota Kendari atau via media sosial Facebook (medsos FB). Itupun jarang sekali mungkin 1-2 kali. Saya lupa kalau lebih dari itu.

Membaca Dayat tak lolos 10 besar. Saya teringat saat-saat masih jadi kaum pergerakan. Saat masih makan indomie satu bungkus bagi 3-4 orang. Satu merokok saling steken (bahasa gaul artinya bagi rokok sebatang). Masih naik angkot kemana-mana. Atau jika naik motor, biasanya dipinjam dari kenalan hehehe..

Saya tentu sedih. Sangat.

Semoga dengan kejadian tidak lolosnya kawan Dayat di KPUD Sultra tidak merubahnya sebagai kaum Pergerakan. Yang tidak sekedar “aktivis”.

Selamat datang kembali dihabitat lama. Lapangan kaum pergerakan. Dimana perkawanan dan persaudaraan melampui apapun juga.

 

Graha PENA98 Jakarta, 4/4/2018.

Erwin Usman (EU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *