July 21, 2019
You can use WP menu builder to build menus

SULTRALINE.ID, KENDARI – Mahasiswa Teknik Se Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat sejarah baru pada Selasa 23 Januari 2018. Ratusan Mahasiswa berkumpul menyurakan apa yang telah menimpa Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadyah Kendari (UMK). Mereka satu Kata,satu rasa dan satu bahasa mengecam tindakan Rektor UMK yang telah melindungi Dekan FT UMK Moch Asddieq. Aksi di mulai dari lapangan eks MTQ hingga Kampus UMK

Sebelumnya, Dekan FT UMK Moch Asddieq secara terbukti dan telah mengakui melakukan kekerasan menendang kepada dua mahasiswa dan melakukan penggelapan dana Studi Kerja Lapangan (SKL) sebesar Rp 18 Juta. Atas kejadian itu Pada 8 Januari 2018, Mahasiswa Fakultas Teknik UMK menggelar aksi menuntut agar pihak Rektor UMK memberhetikan Dekan Fakultas Teknik. Tapi hingga Jumat (19/1/2018) Rektor UMK Muhammad Nur tidak menindahkan malah lebih mempertahankan Dekan Moch Asddieq.

Buntut dari itu delapan Dosen FT UMK mengundurkan diri secara sukarela pada Sabtu (20/1/2018) yakni Nahdatunnisa,(selaku ketua Program Studi Teknik Arsitektur), Ali Amin seowarno, Machmuddin Muhammad, Takbir, Hasrudin, Muh. Chaidar, Muhammad Muhklis, dan Muh. Fajar Affanul Hakim, mosi tidak percaya pada Rektor UMK yang lebih membelah satu orang yang nyata-nyata telah mencoreng fungsi Dekan.

Koordinator Lapangan Pangga Rahmat menguraikan, Aksi Solidaritas 123 ini melihat kebijakan pihak petinggi Universitas Muhammadiyah Kendari dengan mengorbankan 8 orang Dosen dan ratusan mahasiswa demi melindungi satu orang adalah bentuk kegagalannya sebagai orang nomor satu di UMK yang akibatnya telah mencederai marwah UMK.

“Olehnya kami yang tergabung dalam Aksi Solidaritas 123 mengecam dengan tegas kebijakan Rektor UMK. Sebagai peringatan jika pihak petinggi UMK tidak menimbang kembali tuntutan kami dan 8 dosen lainnya agar Dekan FT di hentikan jabatannya sebagai Dekan sekaligus dosen tetap maka kami Ratusan mahasiswa FT UMK dengan tegas siap untuk meninggalkan UMK,”teriaknya saat berorasi di kampus UMK, Selasa (23/1/2018).

Setelah berjam-jam berorasi, akhirnya Rektor UMK Muhammad Nur menemui massa aksi. Ia mengatakan Moch Asddieq telah mengundurkan diri dari jabatan Dekan Fakultas Teknik UMK. Atas itu pimpinan UMK telah melakukan rapat bersama untuk menyikapi pengunduran 8 dosen dan Dekan FT UMK.

“Hasil rapat memutuskan bahwa keputusan terkait kedua hal ini diserahkan kepada pimpinan wilayah (PW) Muhammadyah Sultra. dan PW Sudah Siap untuk mengambil keputusan tersebut, Insha Allah PW Muhammadiyah akan rapat Kamis (24/1/2018) untuk menentukan masa depan keduanya,”kata Muhammad Nur

Bahkan Ia, berdalih bahwa permasalahan ini bukan lagi ranah Rektor melainkan PW Muhammadiyah. Namun Ia tidak dapat memperlihatkan bukti pengunduran Dekan FT UMK.

Laporan : Irdwan Jeko

No Comments