Jum. Apr 3rd, 2020

Kecam Tindakan Kepolisian, LMND Kendari : Bebaskan Massa Aksi

1 min read
img_20200323_202015

SULTRALINE.ID, KENDARI – Aksi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sultra di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara berujung pembubaran dari aparat kepolisian, Senin (23/3/2020).

 

Massa aksi yang berjumlah puluhan itu menggugat berbagai macam permasalahan yang ada di negeri ini. Dimana mereka menolak disahkannya RUU Omnibus Law dan mendesak kepolisian menuntaskan kasus Randi dan Yusuf.

 

Selain dibubarkan, para massa aksi dibawah ke Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sultra.

Dengan adanya tersebut, membuat Ketua E-Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kendari La Ode Agus mengecam keras tindakan aparat kepolisian kepada mahasiswa.

 

Ia mendesak Kapolda Sultra untuk segera membebaskan 12 massa aksi diantarannya Ketua Komisariat LMND UHO, Kader LMND serta ketua MPM UHO, Ketua Bem Teknik dan Mahasiswa UHO yang diamankan pada saat melakukan demonstrasi didepan kantor DPRD Sultra.

 

“Jika tuntutan kami tidak diindahkan oleh pihak kepolisian maka Kami segera konsolidasi massa sebesar-besarnya, karena kami menilai tidak sesuai dengan UU mengemukakan pendapat dimuka umum,” tegasnya.

 
Diketahui, Kepolisian membubarkan massa aksi dikarenakan tidak diperbolehkan berada ditempat keramaian guna penanganan penyebaran wabah virus corona (Covid-19) seperti maklumat yang disampaikan  Kapolri untuk tidak melakukan kegiatan yang mengundang berkumpulnya orang. Namun yang disayangkan seharusnya ada SOP yang jelas, sehingga tidak perlu massa aksi dibawah ke Mapolda.

 

Laporan : TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *