Kades di Butur Diadukan ke Polisi, Diduga Selewengkan DD dan ADD

SULTRALINE.ID, MUNA – Diduga menyelewengkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), sejumlah Rp. 436.920.000 dari anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2017 sebesar  Rp. 1.374.572.000. Kepala Desa (Kades) Ee Nsumala, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara (Butur) Sulawesi Tenggara, Samsul Iridin diadukan di Kepolisian Resort (Polres) Muna oleh anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat bernama La Dali, Kamis (05/04/2018).

Pantauan Sultraline.id, La Dali didampingi oleh Muhammad Alimuddin, Koordinator Forum Oposisi Rakyat Muna (FOR Muna) mengadukan laporannya di Polres Muna.

Saat di konfirmasi di halaman Polres Muna, Muhammad Alimuddin mengungkapkan, ada tiga kegiatan jalan usaha tani  yang pengerjaannya dianggarkan dari DD tahun 2017 yang  diduga fiktif. Dan masing-masing kegiatan terdiri dari tiga item pekerjaan, yakni cattingan tanah cadas, mobilisasi alat berat dan pengadaan material tanah, pasir, batu (Tasirtu).

Alimuddin menuturkan, untuk pekerjaan cattingan tanah cadas, sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB) anggarannya di masing-masing pekerjaan itu senilai Rp 24 juta, namun fakta yang ada di lapangan pekerjaan itu sama sekali tidak ada.

“Jadi tiga kali cattingan itu anggaran sebesar Rp 72 juta. Tapi tetap dianggarkan,” ungkapnya pada awak media, Kamis (05/04/2018).

Lanjutnya, untuk mobilisasi alat yang dianggarkan sebanyak tiga kali untuk tiga jenis alat yang sama dan untuk satu jenis alat anggarannya Rp 14 juta pulang-pergi (PP) itu hanya dilakukan sekali, saat alat itu mengangkut dari Bau-Bau menuju pekerjaan usaha tani pertama, sedangkan selebihnya alat berat tersebut lakukan trapling ke dua  pekerjaan usaha tani lain yang jaraknya tidak terlalu jauh.

“Jadi untuk mobilisasi alat pada dua pekerjaan lainnya itu dianggap fiktif.  Jumlah dugaan penyelewengan anggaran untuk catingan tanah cadas dan mobilisasi alat itu sebesar Rp 156.000.000,” terangnya.

Lebih lanjut Alimin menjelaskan, pengadaan tanah, pasir, dan batu (Tasirtu) dalam RAB dianggarkan Rp 371.925.000, kemudian dalam Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) tetap dilporkan sesuai RAB. Namun faktanya di lapangan hanya bernilai Rp 97.605.000.

“Jadi ada dugaan kerugian uang negara lagi sebesar Rp 274 320.000 pada pengadaan Tasirtu itu. Dari tiga item anggaran pada tiga pekerjaan usaha tani ini, penyelewengan anggaran sebesar Rp 430.320.000,” jelasnya.

Alimuddin juga menambahkan, untuk ADD pada kegiatan tarian tradisional,honor pelatih,sewa tenda,belanja barang dan jasa kegiatan acara kesenian daerah tahun 2017 lalu di duga fiktif.

“Dugaannya penyelewaengan hanya sebesar Rp 6.600.000. Jadi jumlah dugaan  penyelewengan DD dan ADD itu Rp 436.920.000. Ini akan kami tindak lanjuti ke Kejaksaan bahkan sampai ke tingkat paling tinggi yakni KPK,” tuturnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Muna membenarkan adanya aduan tentang dugaan penyelewengan ADD/DD Desa Ee Nsumala.

“Kita terima aduan dari saudara La Dali. Selanjutnya akan kita lakukan proses penyelidikan,” singkatnya.

Laporan: Baharuddin Palugu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.