KAD Sultra Siap Membantu KPK Dalam Pencegahan Korupsi

SULTRALINE.ID, KENDARI – Resmi dibentuk Komite Advokasi Daerah (KAD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) siap memberikan pencegahan korupsi sedini mungkin. KAD merupakan bentukan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berisi pengusaha Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan asosisasi pengusaha. Komite itu menjadi wadah komunikasi antara regulator dan pelaku usaha.

Ketua KAD Sultra Mandi, mengatakan hadirnya KAD merupakan perpanjangan tangan KPK di daerah-daerah memberikan pencegahan korupsi antara pelaku usaha dan birokrasi.

“Ini akan membawa angin segar bagi pelaku usaha, birokrasi dan tentunya bagi masyarakat. Karena kita tahu daerah kita termasuk yang rawan terjadinya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Ini penting oleh karena setiap pejabat yang terkandung masalah korupsi di KPK selalu ada pengusaha yang terlibat di dalamnya. Maka itu hadirnya KAD kita semua  sadar dan mampu menahan terjadinya Korupsi di Sultra ini,” ungkapnya yang juga Ketua KADIN Sultra ini, saat mengelar Konferensi pers di kantor Kadin Sultra, Minggu (1/4/2018).

Menurutnya, KAD mencegah ada permainan antara pengusaha dan birokrasi dalam hal ini pemerintah daerah.

“Tupoksi KAD sama dengan tugas-tugas KPK dalam hal ini pencegahan. Yang fokus dalam pengawasan transparansi pengelolaan keuangan Negara, untuk meningkatkan kualitas pengusaha, serta memperbaiki SOP yang ada,” alasnya.

Tambah Ia Strategi yang akan dilakukan untuk mencegah korupsi, pihaknya akan memberikan pemahaman sedini mungkin kepada pelajar.

“Untuk birokrasi nantinya kita akan lakukan sosialisasi, bila perlu ada sidak, sehingga pencegahan itu terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu ditambahkan, Wakil ketua KADIN Sultra bidang Properti, La Ode Baladin menjelaskan, KAD hadir melihat kondisi yang terjadi saat ini dimana pelaku-pelaku pengusaha yang terlibat.

“Korupsi itu terjadi kan mareka ada yang memberi tentunya ada yang menerima, sehingga hadirnya KAD sangat fital untuk meredam dan mencegah korupsi itu terjadi lagi antara pengusaha dan birokrasi. Karena kami pelaku usaha ingin membangun daerah kearah yang lebih maju dan kita tidak takut maupun waswas akan tersandung korupsi,” terangnya.

Ketika ada indikasi sebuah kongkalikong maka KAD akan bicarakan secara bersama yang telah tergabung.

“Yang pada intinya fokus pada pencegahan serta memberikan solusi yang terbaik sehingga korupsi ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya.

Laporan: Irdwan Jeko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.