Ming. Jul 5th, 2020

Jaga Lingkungan, Mapala USN kolaka Bakal Tanam 50 Pohon di Kampus Baru

1 min read
whatsapp-image-2020-01-17-at-17-06-18

SULTRALINE.ID, KOLAKA – Kampus baru pasti suasana baru itu yang di rasakan seluruh mahasiswa Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka mengingat kampus baru yang masih gersang dengan pepohonan membuat para pecinta alam yang tergabung dalam Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) berinisiatif akan menghijaukan halaman kampus yang ada di ada di Kecamatan Tanggetada  agar rasa panas di waktu musim kemarau bisa menjadi tempat bernaung bagi mahasiswa.

 

Bukan hanya  tempat berlindung tapi mereka juga memikirkan bagaimana pohon itu bisa di nikmati buahnya dalam jangka panjang. Maka gerakan Mapala menanam pohon mangga, rambutan, gerseng, alvokado dan lainnya Pokoknya Pohon Itu Bisa Multifungsi.

 

Anggota Mapala Abdul Rahman dari fakultas sains dan teknologi (F-Saintek) bersama temannya ditemui di sekret Mapala kampus lama membeberkan  bahwa planning akan menanam pohon di kampus baru sebanyak 50 pohon di gelombang pertama.

 

“Kemudian gelombang berikut akan menyusul ,di sini kita sudah siapkan pohon mangga rambutan dan berbagai macam untuk di kampus  tanggetada, kemarin kita belum sempat mencari hingga pohon itu kita datangkan dari luar daerah ,adapun harga perpohonnya Rp 35 000/perpohon. Dan  mengingat musim hujan yah saat ini kita akan lakukan,” beber Rahman.

 

Lebih lanjut ia, selain agenda tanam pohon, di awal tahun ini akan ada perekrutan anggota mapala baru yang saat inin sudah 22 yang mendaftar.

 

“Nah ini akan kita seleksi, ada beberapa tahap yang akan di lalui para calon peserta bila ingin jadi anggota mapala, selain itu akan di adakan pula kegiatan Milad mapala yang ke 14 tahun dan akan diadakan di Kelurahan Ulunggolaka. Adalagi akan lakukan juga Seminar lingkungan se Kabupaten Kolaka dengan mengambil tema ‘Sungai Sebagai Sumber Peradaban’ nah ini kegiatan mapala diawal  tahun 2020 ,” bebernya.

 

“Kemudian kegiatan awal yaitu penanaman pohon, itu akan kita bersama-sama lakukan di kampus dengan menanami sekitar kampus tapi khusus di area fakultas kami dulu kemudian menjamur ke area lain. Namun saat ini kita masih mondar mandir dulu di sekret lama, karena bangunan baru untuk sekret mapala  belum ada  seperti  juga yang lain sekret belum terbangun, pokoknya semua UKM, jadi sementara kita masih gunakan sekret lama,” sambungnya.

 

Menurutnya, dalam penanaman pohon pihaknya akan ikutkan seluruh prodi dengan tanaman yang telah di siapkan oleh mereka.

 

“rencana Pak Rektor  akan mengawali kegiatan penanaman pohon tinggal kita lihat waktu beliau, semoga tidak terbentur dengan jadwal kegiatan lain,” ujarnya.

 

whatsapp-image-2020-01-17-at-17-06-17

 

Ia menambahkan, adapun jumlah crew mapala yang aktif ada 23 mahasiswa di luar alumni. “nah di sini kegiatan saat ini  ngumpul, bersih-bersih dan lain-lain, kemudian persiapan dasar. Untuk  calon anggota mapala sudah berjumlah 20 an yang telah mendaftar itu semua jurusan dari  laporan sekretaris umum Rika Asanti,” imbuhnya.

 

“Moga lancar seperti tahun kemarin ada beberapa kegiatan mapala yang  joint di luar kampus namanya TWKM (Temu Wicana Konawe Membangun) kalimantan delegasi 1 orang RONY, dan yang di aplikasikan ilmunya sesuai divisi masing-masing seperti penelusuran gowa misal pemetaan gowa (buat peta gowa) dan di sana ilmu tekhniknya saja kemudian di aplikasikan di gowa mangolo dan gowa lapao-pao masing-masing ada 2 gowa,” tukasnya.

 

Ia menjelaskan pihanya melakukan penyulusuran supaya masyarakat mengetahui bahwa di wilayah tersebut sudah ada pemataan walau yang ditelusuri belum tersentuh masyarakat karena jarak dari gowa itu jauh dari perkampungan.

 

“Untuk lamanya tergantung  kalau kegiatan pemataan kadang memakan 5 hari, sehingga pengalaman kami saat ada di hutan bila ada hewan buas kita sudah punya trik seperti apa bila berhadapan, karena setahu saya di gowa itu tidak ada ular kecuali ularnya mungkin jatuh hingga ada di tempat itu begitu pula kegiatan manjat tebing  tahunan, kita akan buat keeping (penyusuran gowa),” beber Riswandi Ketua Keeping.

 

Riswandi berharap  juga komunikasi baik yang aktif maupun alumni karena yang menelurkan ilmunya para alumni Mapala

“Juara yang pernah di raih mapala tahun kemarin buana pelestarian alam se propinsi dan sampai saat ini masih mapala USN menjadi pusat komunikasi daerah tingkat nasional dalam rangka temu wicara kenal medan mapala se Indonesia, tahun 2019-2020 masih tetap menjadi PKD (Pusat Komonikasi Daerah ) se Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

 

Laporan : Sri

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *