Jum. Agu 14th, 2020

Honor Juri Lomba Gerak Jalan HUT RI 74 di Muna Masih Mengendap

1 min read
img-20200113-wa0037

SULTRALINE.ID, MUNA – Pasca mencuatnya pemberitaan persoalan honor panitia Sepak bola Bupati Muna Cup II digelar Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muna melalui Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) setempat.

 

Rupanya memancing reaksi, panitia dan juri lomba gerak jalan indah yang digelar pada HUT RI ke-74, Agustus 2019 lalu.

 

Walaupun telah usai kurang lebih lima bulan lamanya, namun mirisnya, hingga kini, terhitung sebanyak 30 orang panitia dan juri lomba gerak jalan indah belum mendapatkan haknya (honor). Yang mana masing-masing panitia harusnya mendapatkan Rp500 ribu perorang.

 

“Menurut info dari PPTK nya, Pak Edi Syam, bahwa dana untuk kegiatan gerak jalan indah sudah cair, tapi dipinjam oleh Kadis (LM Sykur Akbar kala itu),” ungkap salah satu panitia pada awak media ini dan meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat 10 Januari 2020.

 

Lanjut wanita ini mengungkapkan, informasi yang didapatkannya, dana untuk kegiatan gerak jalan indah telah telah cair sejak bulan Oktober 2019 lalu, sebab kata dia, wasit lomba bola gotong dan lomba badminton sudah telah sejak beberapa bulan lalu memperoleh honor.

 

Padahal, kedua perlombaan tersebut hanya kegiatan tambahan dan tidak masuk dalam anggaran kegiatan HUT RI.

 

“Saya sudah berulang kali temui beliau (LM Syukur Akbar), jadi saya biarkan saja adik-adik juri yang punya rencana untuk cari Pak Syukur yang kini jadi Kadis DLH Muna,” katanya.

 

Wanita ini juga mengirimkan bukti hasil screen shot terkait pernyataan LM Syukur Akbar (mantan Kadispora Muna) pada WA group (WAG) yang bernama Panitia Lomba Gerak Jalan.

 

Di WAG, Syukur menuliskan: Sy baru mulai angkat bicara, sy tanggung jawab penuh. Demi allah uang tdk akan lari. Hnya saja pengurusan keuangan blm bisa karna menunggu DPA perubahan yg blm kluar, kegiatan dispora dlm bulan ini sdh dua yg jalan tp smua uangx blm ada yg cair. Sy tdk akan bawa mati itu uang”.

 

Pernyataan Kadispora Muna itu lahir saat ada desakan oleh panitia dan juri yang menagih haknya pada November 2019.

 

Anehnya, pernyataan Syukur itu berbeda dengan PPTK Edy Syam yang mengaku telah memcairkan dana untuk kegiatan sejak Oktober 2019.

 

Sementara Bendahara Dispora Muna Rustam ditemui awak media memastikan honor panitia dan juri tetap akan dibayarkan.

 

“Tetap akan kita bayarkan,” singkatnya.

 

Informasi yang dihimpun awak media ini, selain honor 30 para panitia dan juri lomba gerak jalan indah. Ternyata Masih ada sebanyak 25 panitia yang berasal dari para ASN dan tenaga honorer Dispora Muna yang terlibat pada kegiatan tersebut yang honornya tidak jelas rimbanya alias mengendap.

 

Dari 25 panitia tersebut masih berharap agar honor mereka Rp 300 ribu perorang itu dibayarkan.

 

Jadi terhitung, sebanyak 55 orang honor panitia dan juri yang belum terbayar. Itu artinya sebanyak Rp22 juta 500 ribu hingga kini masih belum tuntas di masa LM Syukur Akbar menjabat sebagai Kadispora Muna.

 

Laporan : Ezal

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *