June 18, 2019
You can use WP menu builder to build menus

SULTRALINE.ID, KOLAKA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kolaka melakukan aksi damai menyurakan ummat islam bersatu untuk menekan pemerintah China agar menyudahi kekerasan terhadap muslim uyghur di China yang letaknya di barat laut China.

Sebuah wilayah yang mencakup padangj pasir semi gurun yang luas di utara dengan kota-kota oasis yang bersejarah di selatan disanalah muslim uyghur berdiam. Berabad-abad lamanya daerah itu terkenal untuk jalur sutra kuno China, dan dunia mengenal dengan daerah kaya akan sumber daya gas alam minyak dan batu bara, yan juga erkenal sebagai fungsi strategi dalam mencapai tujuan kebijakan ekonomi.

“Muslim uyghur ini wilayahnya memiliki strategi penting bagi keberhasilan (one get one groud)  untuk daerah China dan Asia Tengah dan sekitarnya. Sebagai pengembangan infrastruktur secara global. Namun timbul konflik adanya penindasan oleh pemerintah China,” kata salah satu massa aksi Afriadi, Selasa (18/12/2018).

Muslim uyghur pun melawan, adapun dalih yang di kenal there evil forcereligi extremise separtisan and terorism. Dan didaerah itu tidak tidak seluasa dengan saudara lain yang ada di belahan bumi lainnya.

Dalam konstitusinya pada tahun 1931 partai komunis China mengatakan kemerdekaan melawan agama, saat itulah mereka selalu mendapatkan perlakuan diskriminatif. Meteka di musuhi oleh pemerintah setempat maupun kelompok-kelompok yang tidak ingin islam berkembang.

Muslim uyghur pun merasa tidak di perlakukan tidak adil hingga timbul perlawanan, namun mereka rasa ini adalah ancaman dan puncak kekejaman terhadap ummat muslim.

“Dalam sejarah terjadi pada revolusi kebudayaan yang berlangsung di tahun1966-1976, sejak itu larangan terhadap agama-agama resmi di perlakukan. Sejak itulah banyak tempat peribadatan muslim di hancurkan dan sebagian di ambil oleh pemerintah, dan tidak sedikit ummat islam di bantai. Dan sebagai bentuk perhatian, HMI  didirikan tahun1947 , HMi selalu berfikir mengawal permasalahan kamanusiaan dan berharap pemerintah China menyudahi penindasan terhadap muslim Uyghur,” paparnya

Ia menambahkan pembantaian muslim uyghur di daerah china itu sangat mengiris ummat muslim, maka dirinya bersama kawan-kawannya turun kejalan memberikan signal pada pemerintah mengenai saudara semuslim agar bisa di sampaikan pada pemerintah China untuk menghentikan kekerasan

“Kasihan saudara kita , sebagai pernyataan sikap kami, pertama Pemerintah dan Negara yang mayoritas muslim segera menghentikan itu. Kedua, jika tidak akan angkat kaki dari bumi indonesia dan memboikot prodak-prodak China,” tegas  Afriadi

“Adapun aksi kami di awali di di depan kampus USN dan selanjutnya kami menuju ke DPRD Kolaka, moga bisa meredahkan permasalahan ini,” tandasnya.

 

Laporan : Sri

No Comments