Hasil Operasi Tahap II, BPOM di Kendari Berhasil Amankan Ratusan Kosmetik Ilegal serta Mengandung Bahan Berbahaya

 

SULTRALINE.ID, KENDARI – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Kendari dan LOKA POM Baubau telah melakukan aksi Penertiban Pasar bahan-bahan kosmetik Ilegal dan/atau mengandung Bahan Berbahaya Tahap II sejak 28 November sampai 07 desember 2018 lalu.

Berdasarkan rilis, 12 Desember 2018 aksi ini dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan tingkat peredaran kosmetik ilegal dan/atau mengandung bahan berbahaya. Disamping itu juga untuk melindungi kesehatan masyarakat dari risiko kesehatan akibat penggunaan kosmetik yang tidak memenuhi syarat.

Program ini dilaksanakan seluruh indonesia secara bersamaan, bukan hanya BPOM di Kendari tapi semua balai di indonesia melaksanakan kegiatan ini.

Sasaran aksi penertiban berpusat diperbelanjaan, baik modern maupun bukan dan pasar tradisional.Dari hasil kegiatan aksi penertiban pasar, BPOM di Kendari telah melakukan pemeriksaan terhadap 41 sarana distributor/agen/sub agen kosmetik, toko kosmetik, salon, klinik kecantikan dan penjualan on line di 4 (empat) kabupaten/Kota yaitu Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Kolaka Timur, Konawe Selatan, dan LOKA POM Baubau, dengan melakukan pemeriksaan terhadap 25 sarana.

Kepala Seksi Penindakan Balai POM Kendari Wahyuddin Muis, S.Si, Apt, M.Sc mengatakan bahwa temuan BPOM di Kendari dari 41 sarana terdapat 21 sarana dikategorikan Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK) karena menjual produk kosmetik tanpa izin edar.

“Adapun kosmetik atau yang mengandung bahan berbahaya yang diamankan seperti perawatan kulit paketan, perawatan bibir dam produk scincare serta produk pemutih wajah.Sedangkan hasil temuan LOKA POM Baubau dari 25 sarana terdapat 22 sarana dikategorikan Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK),” ungkapnya kepada awak media, di Aula BPOM di Kendari, Rabu (12/12/2018).

“Total temuan BPOM di Kendari adalah sebanyak 396 item atau 5.715 pieces dengan total nilai ekonomi sebesar Rp.125.330.000,- dan LOKA POM Baubau adalah sebanyak 189 item atau 1.076 pieces dengan total nilai ekonomi sebesar Rp. 35.000.000,- Total Rp. 160.330.000″,” sambungya.

BPOM di Kendari juga menghimbau pelaku usaha untuk terus menaati peraturan yang berlaku serta kepada masyarakat ketika membeli selalu memperhatikan barang serta mengecek kondisi barang.

“Masyarakat juga diharapkan agar lebih proaktif dalam memilih kosmetik yang dibeli, terutama untuk pembelian kosmetika secara online dan ingat selalu ‘CEK KLIK” : Cek Kemasan dalam kondisi baik, baca informasi produk pada labelnya, pastikan memiliki izin edar Badan POM, dan tidak melebihi masa Kedaluarsa,” pungkas Wahyuddin.

Laporan : La Tamrin & La Ode Asruddin/KSL
Editor : Irdwan Jeko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.