October 17, 2019
You can use WP menu builder to build menus

whatsapp-image-2019-10-11-at-09-48-24


SULTRALINE.ID, KOLAKA – Hari kedua English Expo 2, diperlombakan debate speaking (debat berbicara) yang berlangsung di lantai 2 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sembilanbelas November, Jumat (11/10/2019).

 

Peserta dari sekolah menengah tingkat atas yakni SMA Wundulako, MAN 1, SMA 1 Kolaka, SMA Pomalaa bertemu dalam debate speaking untuk meraih juara.

 

Salah satu peserta dari MAN 1 Kolaka, Nabila di temui usai kompetisi menuturkan, dalam lomba itu membuat dirinya tertantang dalam mempersiapkan sejak beberapa minggu intens latihan, mencari info dari guru.

 

“Saya autodidak belajar sendiri dan waktu SMP pernah ikut english cours pokoknya belajarnya aku lewat vidio, musik, baca buku, dan buat saya bahasa inggris tidak terlalu berat,” katanya.

 

“Ikut kompetisi ini saya merasa tertantang dan aku yakin bisa juara,” tambahnya.

 

Menurut Nabila, kompetisi yang diadakan USN sangat bagus, namun sayang pesertanya masih sedikit.

 

“Keikutsertaan saya bersama teman sangat tertantang dan bukan saja hari ini jam bertanding, di tingkat propinsi sudah pernah ikut walau belum juara tapi masuk final itu kita sudah sangat bersyukur mengingat kita bawakan nama kolaka untuk Indonesia timur,” ujarnya.

 

“Saya ingin terus belajar agar bisa lebih bagus lagi,” harapnya.

 

 

(Guru dan Siswi MAN 1 Kolaka usai ikuti kompetisi English Expo)

(Guru dan Siswi MAN 1 Kolaka usai ikuti kompetisi English Expo)

 

Senada dengan itu, sang gurunya Fitriana selaku guru bahasa inggris MAN 1 kolaka yang sering membimbing Nabila dengan kawan-kawannya di sekolah menuturkan, dalam kompetisi english expo ini tidak terlalu memberatkan bagi siswinya.

 

“Setiap tahunnya ajang seperti ini mereka sering ikut, memang di sekolah kita ada class english yang mana kita seleksi betul yang bisa ikut kompetisi, sehingga dengan pengalaman yang sering ikut bertanding membuat mereka tidak canggung lagi di hadapan para juri maupun penonton karena sudah terbiasa,” terang Fitri.

 

“Apa yang saya lihat dalam debate speaking itu saya yakin tidak berat buat mereka, apalagi apa yang juri inginkan anak-anak sudah miliki semua, ke 4 peserta dari MAN 1 ini semuanya imbang. Kami yakin apa yang telah diajarkan besar keyakinan bisa berhasil sesuai dengan harapan,” lanjutnya.

 

“Bagi saya menang atau tidak buatku adalah winner di hati karena ke empat siswa ini adalah yang pilihan terbaik  dari sekolah,” sambungnya.

 

Fitri berharap kedepannya ke empat siswanya bisa menjadi debater yang baik.

 

Di tempat yang sama salah satu juri dari USN, Irfan, mengatakan sangat mengapresiasi  para peserta sudah memotifasi dan terbuka pikirannya, khususnya thema debatenya mereka punya ide-ide yang sudah berkembang.

 

“Kalau mau jujur banyak mahasiswa kalah dengan adik-adik ini mereka hebat-hebat, beda kalau di didik the biter ini bisa membawa nama kolaka ke tingkat nasional, sama dengan kemarin anak-anak yang kami bimbing mereka sudah keliling indonesia timur juga ke jawa,” katanya.

 

Ia menambahkan dalam penilaian banyak yang di lihat dari bagaimana cara berbicaraa, melihat mengkspresi peserta, bukan dari segi panjangnya tapi sisi ide-ide yang peserta bacakan.

 

“Apakah sesuai dengan point yang kita harapkan juri, atau tidak seperti ucapannya, tapi point tidak banyak kena jadi lebih bagus pada berisi di banding bertele-tele.jadi debate banyak yang di perhatikan bukan dari segi panjang pendeknya artinya tersampaikan point dan ide dan harapan di expo english 2 ini moga ke depan lebih banyak lagi peminatnya,” tandas Dosen english ini.

 

 

Laporan : Sri

No Comments