Sel. Des 10th, 2019

GMNI Kendari Sesalkan Sikap Ketum dan Sekjend DPP yang Tinggalkan Sidang Kongres

1 min read
img-20191202-wa0027

SULTRALINE.ID, KENDARI – Perhelatan kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke XXI yang dilaksanakan di Kota Ambon, Provinsi Maluku yang digelar sejak tanggal 28 November 2019 dan rencananya akan berakhir tanggal 2 November 2019.

 

Kongres ini mempertemukan seluruh pengurus maupun kader GMNI se Indonesia. Begitu pula pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) GMNI se Sulawesi Tenggara. Untuk seluruh DPK GMNI Cabang Kendari yang terhimpun dalam 13 DPK sangat menyayangkan sikap Ketua Umum DPP GMNI Robaytullah Kusuma Jaya dan Sekjend DPP GMNI Clance Teddy yang lari meninggalkan Arena Forum Sidang Kongres ke XXI di Kota Ambon tanpa memberi tahu atau meminta kesepakatan forum sidang, pasca pemilihan Pimpinan Sidang Pleno Kongres, dimana agenda selanjutnya adalah Pembahasan LPJ DPP GMNI Periode 2017-2019.

 

“Kami rombongan yang berjumlah 56 orang dan beberapa orang yang diutus sebagai peserta delegasi GMNI DPC Kendari, Sultra dalam kongres, berharap Ketum dan Sekjend wajib hadir dan memberikan Laporan Pertanggung Jawabannya(LPJ) selama enjabat menjadi Pimpinan Nasional GMNI Periode 2017-2019,” tegas Ketua DPK program pendidikan Vokasi Universitas Halu Oleo (PP Vokasi UHO) Sardi Kepada media ini, Senin (2/12/2019).

 

(Ketua DPK Program pendidikan Vokasi UHO GMNI cabang Kendari, Sardi)
(Ketua DPK Program pendidikan Vokasi UHO GMNI cabang Kendari, Sardi)

 

Menurut nya, Robaytullah Kusuma Jaya dan Clance Teddy mereka inilah dua tahun silam tampil didepan bung dan sarinah (sapaan kader GMNI) se-nunsantara gagah dan beraninya mengemban amanah sebagai Ketum dan Sekretaris Jenderal (Sekjend).

 

“Tapi kenapa hari ini keberanian itu telah hilang tampa bekas sama sekali, ada apa sebenarnya yang terjadi sehingga hal yang bersifat wajib ditunaikan itu tidak mampu mereka indahkan tuntutan ribuan DPC yang jauh-jauh datang dalam forum persidangan hari ini,” geramnya.

 

“Jangan jadikan organisasi kita ladang pendapatan pribadi, jangan pula jadikan julukan Bung berjuang untuk negara itu tercemari oleh tingkah Ketum dan Sekjend,” cetusnya.

 

Senada dengan itu Ketua GMNI cabang Kendari, Abdul Wahab mengatakan, apa yang ditunjukkan Ketum dan Sekjend tidak menunjukkan etika organisasi yang baik.

 

“Tentunya ini adalah kejadian yang tak kami inginkan dalam perhelatan konstitusi GMNI, dimana seorang pemimpin tertinggi di GMNI memperlihatkan etika yang tidak baik kepada seluruh kader GMNI Se Nusantara,” ujarnya.

 

“DPC GMNI Kendari berharap, kongres kali ini bisa berjalan dengan baik, dan akan melahirkan pemimpin yang tak sama dengan watak Robytullah Kusuma Jaya dan Clance Tedy yang sama hal berkhianat kepada organisasinya sendiri dan tentunya saya berharap kongres kali ini akan berakhir dengan penuh kebersamaan, apalagi hajatan kongres ini sangat sakral dan menjadi Pedoman dalam memajukan GMNI Nasional untuk 2 tahun kedepan periode 2019-2021. Gotong royong, dalam membangun Kepemimpinan Nasional itu harus yang kita lakukan,” pungkas pria yang kerab disapa Bung Abu ini.

 
Laporan : TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *