June 18, 2019
You can use WP menu builder to build menus

SULTRALINE.ID, KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) mengadakan Kuliah Umum dengan tema “Perkembangan Ekonomi Digital dalam Bingkai Ekonomi Pancasila” bertempat di Aula Islamic Center UMK. Senin (10/12/2018).

Kegiatan ini menghadirkan Ir. H. M. Romahurmuziy, MT (Ketua umum DPP PPP yang juga Anggota DPR-RI Komisi XI sebagai narasumber serta ratusan mahasiswa dari berbagai prodi UMK sebagai peserta.

Hari ini ekonomi Indoneaia adalah yang terbesar di asia tenggara sementara untuk di dunia ekonomi Indonesia berada di urutan 16 dan itu masih kurang karena potensi penduduk Indonesia berada di urutan ke 4 jadi semestinya perekonomian juga harus di urutan ke 4.

Bahkan perekonomian Indonesia jika dihitung berdasarkan catatan perkapita masih berada di urutan 115, jadi perlu peningkatan ekonomi agar rakyat bisa sejahterah dan salah satu cara untuk meningkatkan ekonomi adalah melakukan lompatan dan lompatan itu hanya bisa dilakukan dengan teknologi.

Ketua umum DPP PPP, Ir. H. M. Romahurmuziy, MT, mengatakan bahwa ia ingin menularkan kesadaran untuk berekonomi digital sekaligus berliterasi digital agar dalam menyambut perkembangan-perkembangan kontestasi politik saat ini kita tidak hanya larut begitu saja.

“Harapan saya mahasiswa UMK betul-betul mampu untuk menjadi pribadi yang ulil albab, menjadi pencerah disetiap generasi dan setiap kelompok masyarakatnya serta yang paling pasti menjadi pencerah adalah misi utama seluruh komponen civitas akademika perguruan tinggi muhammadiyah” ujar Romahurmuziy.

Ada 2 perusahaan Startup Indonesia yang bisa menjadi Unicorn dengan nilai evaluasi diatas 1 miliar dolar dan itu suatu prestasi yang luar biasa karena dari seluruh dunia berdasarkan penghargaan dari bank dunia diantara sekian banyak startup di 2018 ini 2 perusahaan dari Indonesia dan salah satunya adalah Gojek.

 

(Ketgam : Romahurmuziy bersama Rektor UMK Muhammad Nur)

 

Rektor UMK, Muhammad nur,  SP, M.Si. mengatakan untuk mahasiswa disetiap prodi wajib untuk mengampuh mata kuliah kewirausahaan yang salah satu materinya tentang ekonomi digital dan berharap kepada mahasiswa yang telah selasai bisa bekerja pada usahanya sendiri bukan pada orang lain.

“Untuk mahasiswa baru harus sejak dini mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia kerja karena apa yang didapatkan dikampus belum bisa dijadikan sebagai modal besar untuk mengakses pekerjaan yang ada di luar jadi perlu ada tambahan-tambahan pembelajaran atau pelatihan yang didapatkan diluar agar bekalnya untuk menghadapi dunia kerja semakin baik,” tutup Muhammad.

 

Laporan : Andi Irna Fitriani/KSL

Editor : Irdwan Jeko

No Comments