March 25, 2019
You can use WP menu builder to build menus

SULTRALINE.ID, KENDARI – Tak bisa dipungkiri Sulawesi Tenggara (Sultra) memiliki banyak potensi wisata, namun dari sekian banyak itu baru beberapa saja yang terekspose. Dari pantai hingga pegunungan potensi itu sangat baik dimanfaatkan guna kemajuan suatu daerah.

Demi kemajuan banyak cara dilakukan untuk menggaet pengunjung atau wisatawan. Seperti yang dilakukan pemuda-pemudi dalam upaya mengaktifkan kembali objek wisata di Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Melihat itu Salah satu politisi muda Sultra Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan yang juga Calon Anggota DPD RI Dapil Sultra Nomor Urut 65 sangat mengapresiasi langkah warga itu.

“Saya sangat mengapresiasi kesadaran warga terutama yang dilakukan oleh kalangan pemuda-pemudi yang tergabung dalam Gerakan Peduli Pantai Membuku dalam upaya menghidupkan kembali objek wisata yang ada. Dimana yang dulunya pantai membuku sudah tidak terawat dan bahkan menurut informasinya dijadikan tempat pembuangan mayat,” ucapnya saat memberikan keterangan kepada awak media selepas dari Pantai Membuku, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (11/01/2019).

Rabia sapaan akrabnya, mengatakan apabila hal serupa dilakukan di setiap tempat objek wisata yang berada di seluruh wilayah Sultra, maka akan mampu menarik perhatian pengunjung.

Lanjut ia, Apabila kesadaran masyarakat tumbuh tentang pentingnya objek wisata, maka seharusnya pantai tetap harus dijaga dan dirawat keindahan serta kebersihannya. Karena dengan begitu akan menarik perhatian wisatawan lokal maupun asing..

“setelah muncul daya tarik tentang keindahan pantai Membuku, maka secara otomatis akan menghidupkan perekonomian masyarakat setempat. Jadi kalau pantainya sudah bersih pasti akan banyak pengunjung yang akan datang. Sehingga masyarakat bisa berjualan makanan, minuman, menyediakan jasa sewa ban dll. Dan itu akan membantu perekonomian masyarakat karena perputaran uang terjadi di wilayah itu,” papar Alumni S2 Inggris ini.

Namun kesemua itu, Kata Rabia, perlu adanya sinkronisasi antara Pemerintah Daerah (Pemda) dengan masyarakat ataupun Organisasi Pemuda setempat. Sehingga ada kerjasama baik itu dalam hal pembersihan, merawat, ataupun mempublikasi tentang keindahan pantai membuku guna dapat diketahui oleh masyarakat luas.

“Harus tetap berkomunikasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda), sehingga tidak hanya melibatkan satu pihak saja yaitu warga dan organisasi pemuda-pemudi. Karena ini sudah menjadi tanggung jawab dari Pemerintah Daerah (Pemda) dalam rangka memajukan daerah baik itu di sektor ekonomi ataupun pariwisata, dan itu membutuhkan kerjasama dari semua pihak,” imbuh yang juga putri politisi senior Ir. Ridwan Bae.

Tak hanya memberikan apresiasi, Rabia juga berpesan kepada pemuda-pemudi untuk tetap kreatif menjaga kelestarian alam dan objek wisata yang ada, guna menunjang perekonomian warga.

Untuk diketahui, Pantai Membuku baru dilakukan pembersihan sekitar 10 hari, sehingga pembersihan belum selesai 100%. Namun pengunjung sudah mulai berdatangan untuk menikmati keindahan pasir putihnya. Kemudian, bagi setiap pengunjung yang datang dipunguti biaya semampunya. Jadi, dari biaya yang terkumpul digunakan untuk membenahi kekurangan Pantai Membuku.

 

Laporan : Tim Sultraline.id

 

No Comments