Dukung Jokowi, Pegiat Teknologi dan Sosial ‘Relawan Inovator 4.0 Indonesia Chapter Sultra’ Bakal Dideklarasikan

SULTRALINE.ID, KENDARI – Perkembangan teknologi terus berkembang, dimana saat ini kita memasuki era revolusi industry 4.0 seperti apa yang geliatkan pemerintahan Presiden Joko Widodo guna memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Melihat kondisi itu, insan muda atau generasi milenial membentuk suatu perkumpulan yang bernama Relawan Inovator 4.0 Indonesia dan untuk di Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam waktu dekat ini akan dideklarasikan.

Hal itu diungkapkan Ardian Maulana, selaku peneliti dari Bandung Fe Institute yang juga salah seorang co-founder dari gerakan Inovator 4.0 Indonesia, saat menggelar diskusi di salah satu hotel di kendari, pada kamis malam (20/9/2018).

Selain berdiskusi dengan para pegiat inovasi teknologi dan sosial di Kendari, tergabung dalam Inovator 4.0 Chapter Sulawesi Tenggara (Sultra) dibarengi Teleconference-Nonton Bareng  bersamaan dengan Deklarasi Relawan Inovator 4.0 Indonesia yang berlangsung di Jakarta, Kamis Malam (20/92019) kemarin,

“Relawan Inovator 4.0 Indonesia dideklarasikan secara resmi oleh Ketua Umum-nya Budiman Sudjatmiko dan dihadiri oleh sekitar 500 orang penggiat inovasi teknologi dan sosial. Acara ini mengangkat tema “Kerja dan Membangun Indonesia dengan Data”. Sejumlah isu sentral terkait perkembangan terkini dunia sains dan teknologidan implikasi sosial-ekonomi-politiknya ikut diperbicangkan dalam sesi diskusi, meliputi Neurosains, Kecerdasan Buatan, dan Gene Editing.  Acara deklarasi ini juga disertai dengan  dengan teleconference dengan  beberapa chapter  relawan di daerah (Lampung, Kendari, Tasikmalaya dan Semarang)  dan di luar negeri (Oxford Inggris dan Iowa USA),” ungkap Ardian Maulana

Dalam diskusi tersebut dijelaskan juga, bahwa relawan Inovator 4.0 merupakan gerakan kolaborasi politikus, pegiat desa-kota, peneliti, matematikawan, seniman, dan pakar teknologi. Gerakan ini muncul dari keinginan untuk maju bersama untuk memimpikan Indonesia sebagai bangsa yang maju dalam bidang digital.

Ia menuturkan, dari Jakarta, melalui keterangan tertulis, Rabu (19/9) kemarin, Budiman Sudjatmiko menjelaskan basis inisiasi pembentukan Inovator 4.0 Indonesia.“Kita harus sama-sama menolak menunda ide-ide besar,” katanya.“Kita memimpikan masa depan Indonesia sebagai bangsa digital yang berkedaulatan dalam data, berkeadilan dalam teknologi dan akses informasi,

“Dalam pandangan Budiman, pemilu 2019 adalah momen historis, ujian terakhir sebelum naik kelas sebagai bangsa maju. Oleh karenanya, di 2019 kita harus betul-betul memastikan memastikan hadirnya sosok-sosok  politik yang  pro revolusi digital, baik  di eksekutif maupun legislatif, di pusat maupun di daerah, dan di desa,juga memastikan terbentuknya legislasi dan regulasi yang pro terhadap revolusi industri ke 4. Budiman juga  mengajak semua pandu bangsa untuk  berpihak kepada kemajuan Indonesia, dan mengadvokasi masa depan Indonesia sebagai bangsa digital,” katanya

Relawan Inovator 4.0 Indonesia juga sangat mendukung langkah dan kerja  Presiden Joko Widodo dalam memajukan pembangunan serta teknologi dengan merangkul semua kalangan dari sabang sampai marauke, kamu muda hingga kaum tua demi kemajuan Indonesia.

Olehnya, itu Ardian menambahkan, dalam waktu dekat Inovator 4.0 Indonesia Chapter  Sulawesi Tenggara akan segera dideklarasikan secara resmi.

“Acara kumpul-kumpul inovator Sultra malam itu merupakan awal dari kerja-kerja besar kedepannya. Sebagaimana kredo gerakan ini bahwa saat ilmu pengetahuan dan teknologi menyatu dengan jejaring sosial, tak ada perbuatan besar yang tak mungkin,” pungkas Ardian

Dalam acara itu sembari nonton bareng dan teleconference deklarasi, perbincangan terkait isu-isu inovasi teknologi, dan visi Indonesia sebagai bangsa digital dan bangsa pemenang  dalam gelombang revolusi industri ke 4 juga menghangatkan acara diskusi inovator 4.0 chapter Sultra malam itu. Acara ini dihadiri oleh para inovator dengan beragam profesi, mulai dari peneliti, advokat, aktivis politik, penggiat sosial dan para profesional yang rata-rata masih berusia muda. Diantaranya adalah Amadhan Takwir yang merupakan peneliti maritim UHO juga ketua Iskindo Sultra, Wakil Dekan Farmasi UHO Sunandar Ihsan, Ardin Farsan seorang profesional muda, juga  Amiluddin anggota DPRD dari wilayah Muna Barat.

 

Laporan: Irdwan Jeko

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.