Dugaan Plagiarisme Kembali Disuarakan, Bakin-Sultra Minta Kemenristekdikti Sikapi Temuan ORI

 

SULTRALINE.ID, KENDARI – Barisan Aktivis Keadilan Indonesia Sulawesi Tenggara (BAKIN-SULTRA) menggelar aksi terkait kasus plagiat karya ilmiah oleh Rektor Universitas Halu Oleo Prof. Muhammad Zamrun Firuhu, Selasa (18/12/2018).

Aksi ini dilakukan dengan tujuan untuk meminta kepada Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) agar menyikapi kasus plagiat yang dilakukan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) tersebut.

Berdasarkan Undang-Undang no.28 tahun 2014 tentang hak cipta tidak dibenarkan untuk dikembangkan bahkan disebar luaskan dimasyarakat karena tidak sesuai dengan norma yang berlaku.

Koordinator lapangan La Munduru UHO menerangkan, bahwa kata plagiat dalam kamus ilmiah bahasa indonesia adalah penciplakan hasil karya orang lain, hal ini merupakan kegiatan yang mencerminkan keburukan atau penipuan secara intelektual. Oleh karena itu maka perlu dilakukan upaya-upaya mencegah agar tidak mencederai nama perguruan tinggi yang kita cintai.

“Ombudsman Republik Indonesia telah melakukan pemeriksaan terkait laporan masyarakat sesuai ketentuan Undang-Undang no.37 Tahun 2018 tentang Ombudsman Republik Indonesia, Undang-Undang no.25 tahun 2009 tentang pelayanan publik dan peraturan Ombudsman no.26 tahun 2007 tentang tata cara penerimaan, pemeriksaan, dan penyelesaian laporan. Instansi tersebut telah melakukan pemeriksaan terkait plagiat yang dilakukan oleh pemimpin UHO akan tetapi belum ada tindak lanjut oleh Kemenristekdikti,” paparnya.

“Meminta kepada Kemenristekdikti Republik Indonesia dalam menyikapi dugaan kasus plagiat karya ilmiah oleh Muhammad Zamrun Firuhu (Rektor UHO) demi menyelamatkan wajah UHO sebagai pintu gerbang pendidikan masyarakat Sulawesi Tenggara,” tegas La Munduru UHO.

Sekedar informasi, isu dugaan plagiat yang dilakukan Rektor UHO Muhammad Zamrun Firuhu, bak bola panas sejak tahun 2017 lalu, bahkan hasil penelusuran Ombudsman RI menyatakan Rektor UHO terbukti melakukan plagiat dan meminta gelar dan jabatannya di cabut (Sumber detik.com, terbitan 27 Januari 2018). Namun hasil beda disampaikan Kemenristekdikti yang menjelaskan karya ilmiah milik Muhammad Zamrun Firuhu bukan plagiat.

Hingga saat ini juga belum ada tanggapan resmi dari pihak Rektor UHO Muhammad Zamrun Firuhu, sehingga isu ini masih saja menjadi konsumsi publik.

 

Laporan : La Ode Asruddin & La Tamrin/KSL
Editor : Irdwan Jeko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.