March 20, 2019
You can use WP menu builder to build menus

SULTRALINE.ID, KENDARI – Masyarakat Anti Korupsi Sulawesi Tenggara (MAK Sultra) meminta kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan perwakilan Sultra agar memeriksa pimpinan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Kendari Sam Ratulangi (Depan Eks RSUD Provinsi) atas dugaan penyalahgunaan wewenang.

Melalui Direktur MAK Sultra, Nukman, menduga pimpinan BRI Kendari Sam ratulangi telah sengaja melakukan pembiaran (tidak memperbaiki) mesin ATM setoran tunai yang rusak. Bahkan, lanjut ia, Kejadian itu terulang hampir setiap hari. Biasanya mulai pukul 17.00 WITA mesin sudah tidak bisa digunakan.

 

 

“Dugaan kami, hal tersebut dilakukan agar para pelaku bisnis BRI link sekitar kantor BRI, bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Bisnis itu sangat menjanjikan. Satu kali transaksi, administrasinya sebesar lima ribu rupiah dan tujuh ribu rupiah. Hitungan sepintas, pihak BRI link bisa melakukan transaksi kurang lebih 500 kali/hari.  Berarti setiap hari mereka bisa mengumpulkan uang sebesar kurang lebih 2 juta rupiah,” terang Nukman saat dijumpai di salah satu kedai kopi, Kendari, Sabtu (05/01/2019).

Nukman, menduga para pelaku bisnis BRI link ini adalah kolega atau pihak BRI sendiri. Ia menambahkan pada Senin mendatang (07/01/2019) dirinya bersama warga akan menyambangi OJK Sultra untuk membawa surat aduan, agar ditindak lebih lanjut.

“Untuk itu kami meminta agar pihak OJK Kendari segera mengambil sikap. Kejadian ini telah meresahkan warga,” geramnya.

Hingga berita ini diturunkan redaksi tengah mencoba mengkonfirmasi pihak BRI Kendari Sam Ratulangi

 

Laporan : Tim Sultraline.id

No Comments