Jum. Apr 3rd, 2020

Dugaan Aktivitas Tambang Ilegal di Kolut Semakin Tak Terbendung, Halaman SMA di Batu Putih pun Dikeruk

1 min read
img-20200324-wa0006

SULTRALINE.ID, KOLAKA – Keberadaan aktivitas pertambangan di Kecamatan Batu Putih, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara semakin tak terbendung. Pasalnya hasil temuan mahasiswa dilapangan bahwa banyak aktivitas tambang yang secara ilegal, yang diperparah semakin menggila.

 

Bahkan salah satu penambang lokal melakukan aktivitas pengalian tanah ore nikel dihalaman Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Batu Putih yang berada di Desa Mekuasseng.

 

(Papan nama SMA 1 Batu Putih yang halamannya dijadikan aktivitas pertambangan)
(Papan nama SMA 1 Batu Putih yang halamannya dijadikan aktivitas pertambangan)

 

Diduga kegilaan penambangan ilegal ini sepertinya mendapat dukungan dari aparat penegak hukum, Dinas ESDM yang memiliki kewenangan dalam sektor pertambangan seakan tidak bernyali untuk menindaki para pelaku tambang ilegal ini.

 

“PT Kasmar Tiar Raya (KTR) merupakan pemilik IUP yang paling bertanggungjawab atas maraknya aktivitas kejahatan disektor pertambangan. Pasalnya dokumen PT KTR lah yang dipakai para pelaku tambang ilegal ini untuk melakukan penjualan tanah ore ilegal,” beber Ketua Pergerakan Pemuda Mahasiswa Kolaka Raya, Nur Alim, Senin (23/3/2020).
Nur Alim sangat menyayangkan adanya aktifitas penambangan yang dilakukan di halaman sekolah.

 

“Kami sangat menyayangkan adanya aktifitas penambangan yang dilakukan diruang lingkup sekolah, apalagi persoalan penambangan ilegal di Kolaka Utara ini sudah kami laporkan di Polda Sultra,Tapi nampaknya memang ada konspirasi besar-besaran yang terjadi antara aparat penegak hukum dan pelaku tambang ilegal, karena hingga saat ini laporan kami tak kunjung ada tindak lanjutnya,” ungkapnya.

 

“Insya Allah dalam waktu dekat kami akan kembali melakukan aksi unjuk rasa di Provinsi terkait aktifitas penambangan ilegal ini dan sekaligus melaporkan penambang yang terjadi di ruang lingkup sekolah kepada Gubernur Sulawesi tenggara dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara,” tandasnya.

 
Sementara itu dikonfirmasi kepada Kades Mekuasseng, Dadjar mengatakan pengalian tanah ore dihalaman SMA Negeri Batu Putih telah dirapatkan dengan pihak sekolah dan mendapat persetujuan dari para orang tua siswa.

 

“Ia saya ini ketua komite sekolah. Pengalian tanah ore itu telah mendapat persetujuan dengan pihak sekolah dan komite. Dan ini sudah berlangsung sudah dua bulan,” singkat Dadjar saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Selasa (24/3/2020).

 

(Kondisi sekolah yang halamannya dikeruk)
(Kondisi sekolah yang halamannya dikeruk)

 

Awak media ini juga mencoba menghubungi salah satu guru di SMA tersebut, namun saat ditelepon yang angkat istrinya, dan malah mengarahkan untuk menghubungi Kepala Sekolah.

 

“Kita hubungi saja Kepala Sekolah,” singkatnya.
Saat dihubungi kembali, nomor guru tersebut sengaja disibukkan. Padahal awak media ini mencoba meminta nomor Kepala Sekolah.

 
Hingga berita ini dipublish awak media ini juga mencoba mencari kontak pihak perusahaan namun tak mendapatkan juga.

 
Laporan : TIM

1 thought on “Dugaan Aktivitas Tambang Ilegal di Kolut Semakin Tak Terbendung, Halaman SMA di Batu Putih pun Dikeruk

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *