Dilupakan Pemda Konsel, Benteng Lapadi Kondisinya Kini Memprihatnkan

SULTRALINE.ID, KENDARI – Penghargaan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan atas jasa pahlawan nampaknya masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan belum tersentuhnya sejumlah situs sejarah di kabupaten yang kaya akan mineral tersebut, untuk perbaikan atau pelestarian. Akibatnya, sejumlah situs sejarah nasional dan budaya di Konsel pun terancam rusak akibat dimakan usia.

Salah satu situs budaya nasional dan daerah yang saat ini dalam kondisi yang memprihatinkan yakni Benteng Lapadi yang terletak di Desa Pamandati, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konsel. Lantaran tidak pernah diberikan perhatian pemerintah, benteng yang berdisi pada tahun 1918 ini kini mulai runtuh disebagian sisinya.

Diungkapkan salah seorang pemuda asal Desa Pamandati, Ade Salepara di Kantor SULTRALINE.ID, Selasa (7/02/2017), kondisi benteng saat ini cukup memprihatinkan. Sebagian sisi dinding benteng sudah rusak karena faktor usia. Selama ini masyarakat yang menjaga benteng tersebut hanya dengan memastikan tidak ada rumput yang tumbuh di benteng tersebut.

“Kami berharap pemerintah memberikan perhatian pada Benteng Lapadi ini, karena selain simbol nasional benteng ini juga simbol perjuangan masyarakat lokal,” kata saat ditemui SULTRALINE.ID, Selasa (7/02/2017).

Diceritakannya, Lapadi adalah seorangĀ TamalakiĀ atau panglima perang dan Plonui dari Kerajaan Konawe yang berjuang menentang Belanda (1908-1912) di Daerah Windo Pamandati wilayah Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan.

Ide untuk pemugaran ini, kata Ade, sudah disusun setelah dilakukan pembahasan bersama keturunan Lapadi yang masih hidup hingga saat ini. Selain itu, pemugaran ini sudah didukung warga sekitar sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan Lapadi.

Untuk saat ini, ia mengharapkan perhatian pemerintah untuk pemugaran kawasan benteng dan penyusunan kembali strutur batu benteng yang mulai runtuh. selain itu, perbaikan akses jalan ke kawasan benteng.

“Untuk sekitar benteng itu kebanyakan kebun warga, tapi khusus area benteng sendiri memang tidak terkelola karena warga takut untuk melakukan aktifitas di Benteng,” ujarnya.

Berdasarkan penelusuran SULTRALINE.ID pada website Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, http://kebudayaan.kemdikbud.go.id, Benteng Lapadi ternyata telah terregistrasi sebagai situs nasional dengan nomer inventaris 533 dengan kode nama Benteng Lapadi dan terletak di Konawe.

Menurutnya juga, benteng Lapadi juga sebenarnya cukup representatif sebagai sarana wisata, apalagi tak jauh dari kawasan benteng terdapat permandian air panas yang terbentuk secara alami.

“Ada air panas disekitar benteng, permandiannya hanya dimanfaatkan warga sekitar, belum dikenal sebagai kawsan wisata,” terangnya.

Laporan: Taufik Qurahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.