Diduga Oknum Security RSBG Kolaka Menjalankan Tugasnya Dengan Tidak Beretika

 

SULTRALINE.ID, KOLAKA – Suardi selaku Kepala security Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG) Kolaka mengusir dengan cara tidak beretika. Hal itu dialami salah satu keluarga pasien kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis malam (15/11/2018).

Mirisnya lagi keluarga pasien yang hadir pada saat itu di mintai biodata nya oleh petugas administrasi RSBG. Namun keluarga tersebut kurang jelas mengetahui biodatanya, karena bersamaan itu keluarga pasien di larang masuk.

Pihaknya dilarang masuk karena orang tua kandung dari pasien belum tiba di RSBG kolaka (sedang dalam perjalanan).

Kronologis pertikaian permasalahan tersebut, berawal keluarga pasien pada saat membawa pasien di RSBG lalu memasuki ruang perawatan keluarga dengan tidak sengaja (Khilaf) mengambil gambar pasien, gambar itu diambil pihak keluarga pasien, bermaksud guna di kirimkan kepada keluarganya di kampung halaman pasien, berhubung keluarganya jauh berada di Kolaka Utara.

Akibat oknum security itu Muh Fickrian selaku Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka sangat menyayangkan terjadinya pertikaian antara petugas keamanan dan keluarga pasien.

Apalagi, ia, berada dan melihat kejadian tersebut. Karena melihat keluarga pasien panik, ditambah lagi belum ada orang tua kandung dari pasien tersebut, namun sikap arogansi petugas keamanan RSBG Kolaka, Suardi sangat tidak mencontohkan sebagai petugas keamanan RSBG.

Tak hanya itu, Hasdin Yadin, SH sangat menyayangkan tingkah perlakuan suardi yang melakukan tugasnya yang secara semena-mena dan tidak beretika dalam menjalankan tugas yang menyeret-nyeret keluarga pasien hingga di halaman RSBG kolaka. Padahal keluarga pasien membutuhkan keadilan dalam memberikan pelayanan umum terkait kesehatan di RSBG Kolaka.

“Saya sangat miris melihat perlakuan bawahan dari dirut RSBG Kolaka Bapak Dr. H Muhammad Rafi ini, yang tidak menjalankan etika sopan santun pada anggotanya. Dengan ini pula saya mewakili keluarga pasien agar pak Dirut Dr. H. Muhammad Rafi, agar merevitalisasi atau mengrekonstruksi seluruh pegawai yang bekerja di RSBG Kolaka, sehingga pelayanannya lebih di tingkatkan dengan cara beretika dan sopan santun, bukan dengan cara premanisme,” tegas Hasdin Yadin.

 

Laporan : Tim Sultraline.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.